• Minggu, 21 September 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

Dapil DPRD Sulsel VII Bone

Surganya Golkar

Selasa , 29 Oktober 2013 11:21
Total Pembaca : 2078 Views

Baca juga

RAKYATSULSEL.COM, MAKASSAR - Jika ada dapil neraka, maka inilah dapil surga. Sayang dapil yang memperebutkan 7 kursi ini hanya menjadi surga bagi Partai Golkar. Bagi partai lain, belum tentu, malah mungkin neraka.

Sejarah kepemimpinan di Kabupaten Bone tidak pernah lepas dari Partai Golkar. Sudah 10 tahun Bone dibawah kepemimpinan bekas Ketua DPD II Partai Golkar Bone, Idris Galigo. Saat ini Bupati Bone Andi Fahsar Padjalangi juga telah terpilih aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Bone dalam musyawarah luar biasa (musdalub), Maret lalu.

Bone sendiri dikenal sebagai lumbung suara terbesar Partai Golkar, pemilih Golkar di kabupaten kelahiran Wakil Presiden RI ke-10 Jusuf Kalla ini terbilang fanatik. Tak salah bila pada pileg 2009 lalu, Golkar mendulang suara fantastis 229.723 di dapil V yang dulunya mencakup Bone, Soppeng, dan Wajo. Khusus di Bone saja, Golkar mendulang 168.089 suara, sementara di Wajo dan Soppeng, masing-masing di bawah 35 ribu saja.

2 lembaga survei pun mengakui dominasi Golkar di sana. Manager Strategi Pemenangan Jaringan Suara Indonesia (JSI) Irfan Jaya, menjelaskan, dominasi Golkar di Bone disebabkan oleh identitas partai Golkar yang sudah melekat kuat di kalangan pemilih.

“Dalam sejarah pemilihan di Bone, wilayah ini selalu menjadi surga Golkar. Tidak hanya pilkada tapi juga pemilihan legialatif. Hal ini disebabkan oleh kuatnya party ID Golkar di Bone. Apalagi bupati saat ini adalah pengurus Partai Golkar,” kata Irfan Jaya, kemarin.

Setidaknya ada 5 caleg Golkar yang cukup beken di sana, di antaranya; 2 incumbent, yakni AM Yagkin Padjalangi dan Rusni Kasman. Terus masih ada pengusaha Bone Muh Afifuddin Fattah, putra Anggota DPR RI AM Nurdin Halid, A Muh Zunnun, dan bekas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Pemprov Sulsel, Moh Jushar Huduri.

Golkar sendiri optimistis bisa mendapatkan sedikitnya 3 kursi di dapil ini dari target 4 kursi yang ditetapkan. 2 caleg incumbent Golkar pun dinilai sudah aman alias hampir pasti mendapatkan tiket duduk kembali di DPPR.

Yagkin Padjalangi misalnya, meskipun di Pileg 2009 lalu maju di dapil I Makassar, dan juga fokus menggarap Makassar selama 4 tahun terakhir pun tetap aman berkat kakak kandungnya Andi Fashar Padjalangi menjabat Bupati Bone.

“Dari sekian banyak caleg, Yaqkin Padjalangi termasuk salah satu caleg yang populer. Dan sangat memungkinkan Yaqkin terpilih mesti dia pindah dapil,” kata Irfan Jaya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indeks Politika Indonesia (IPI) juga memastikan dominasi Golkar masih kuat di Bone. “Kita tahu kandangnya Golkar selama ini, salah satunya dalah Bone. Sudah pasti tetap Golkar disana mendominasi,” kata Suwadi, malam tadi.

 

Kuda hitam sendiri dinilai Suwadi adalah miliki Demokrat, Gerindra, dan Nasdem. Pasalnya ketiga partai ini memiliki caleg DPR RI yang menjadikan Bone sebagai basis utama. Demokrat misalnya sebagai partai besar kedua di Sulsel memiliki Supriansa dan Nurhayati Sirajuddin (adik Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin) sebagai caleg DPR RI di sana. Gerindra memiliki Yasir Mahmud dan mantan Bupati Sinjai dua periode Andi Rudiyanto Asapa. Sementara Nasdem memiliki mantan calon Bupati Bone Andi Irsan Idris Galigo dan Akbar Faisal. ”Pergerakan caleg ketiga partai pasti kencang di sana karena caleg DPR RI ketiga partai ini fokus untuk meraup suara banyak di Bone. Sementara temuan saya di lapangan selama ini, ketika caleg DPR RI kencang otomatis berdampak ke caleg provinsi dan kab/kota. Ini temuan saya di lapangan hampir setiap pemilu seperti itu. Karena ternyata DPR RI menyediakan anggaran pemenangan dan yang mengeksekusi ke bawah adalah caleg provinsi dan kab/kota,” jelas Suwadi.

Bahaya Nasdem sebagai kuda hitam ada benarnya, lantaran Irsan yang dulunya nyaleg ke DPR Sulsel menggunakan Golkar di Pileg 2009 adalah caleg yang menyumbang suara terbanyak yakni 83.334 suara. khusus di Bone Cicang–sapaan akrab Irsan, mendulang 82.315 suara.

Pengamat politik dari Unismuh Makassar, Dr Arqam Azikin, memprediksi 3 caleg incumbent yakni Awwal Muin, yagkin Padjalangi, dan Rusni Kasman bakal duduk kembali. “Tampaknya ketiga incumbent, masih punya kans besar terpilih kembali. Kecuali yang dapat melakukan terobosan agresif untuk melewati suara incumbent,” kata Arqam, malam tadi.

Arqam menilai, persaingan di Bone cukup ketat dan dinamis, karena jumlah pemilihnya besar.  “Meski demikian, Golkar kemungkinan besar meraup suara mayoritas di Bone dibanding partai lain. Namun, tergantung caleg partai lain untuk melakukan pendekatan cepat ke masyarakat,” imbuhnya.(M2)

 

Incumbent                                          Pileg 2009 
Muh Awwal Muin (Hanura)         22.323
Yagkin Padjalangi (Golkar)      18.881 
Rusni Kasman (Golkar)           12.470
 
Maju Kembali
Syahrir (Demokrat)              7.078
Muh Afifuddin Fattah (Golkar)   6.798
Andi Buana Raja (Nasdem)        2.919
Yarifai Mappeaty (Gerindra)     1.267
Moh Hatta Andi Gadjong (Hanura) 908
Baso Mulawarman (PDIP)          845
Rina (PKB)                      652
Rosmini (PDIP)                  438
 
Diperhitungkan
Said Pabokori (PDIP), A Muh Zunnun A Nurdin Halid (Golkar), Moh Jushar Huduri (Golkar)
*diolah dari berbagai sumber