SABTU , 15 DESEMBER 2018

Dapil Sulsel 2 Bak Group “Neraka”

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Jumat , 20 Juli 2018 13:07
Dapil Sulsel 2 Bak Group “Neraka”

(Dok. RakyatSulsel)

*Dihuni Elite Politik dan Tokoh Berpengaruh*

*NasDem Target Dua Kursi*

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Perebutan kursi Senayan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel 2 dipastikan sengit.

Dapil yang meliputi Kabupaten Sinjai, Bone, Maros, Bulukumba, Pangkep, Barru, Soppeng, Wajo, dan Parepare bak seperti group “neraka”. Pasalnya, kandidat yang bertarung adalah politisi senior dan tokoh-tokoh yang punya pengaruh.

Di Golkar, ada nama petahana Andi Rio Idris Padjalangi, Syamsul Bachri (incumbent) Wakil Bupati Soppeng, Supriansa dan Andi Nursyam. Sementara di Demokrat, ada nama Wakil Ketua KPP Demokrat, Andi Nurpati, Muhammad Nasyit Umar (incumbent), Muh Djafar Hafsah (Waketum DPP Partai Demokrat), Satriya Majid (Bendahara DPD).

Selain itu ada nama mantan calon wakil Gubernur Sulsel, Aziz Qahhar Mudzakkar yang maju melalui Partai Amanat NAsional (PAN) serta Andi Yaqkin Padjalangi yang diplot oleh PDIP, Ketua PPP Sulsel M Aras, Ketua Hanura Sulsel, Ilhamsyah Matalatta dan politisi NasDem, Akbar Faizal yang juga adalah incumbent serta Syamsu Niang (PDIP).

Namun yang paling membuat dapil ini seperti neraka adalah kehadiran mantan Gubernur Sulsel dua periode, Syahrul Yasin Limpo (SYL). Sang Komandan dipastikan akan ikut bertarung setelah namanya dimasukkan dalam Daftar Caleg Sementara (DCS) Partai NasDem.

Wakil Ketua NasDem Sulsel, Tobo Haeruddin mengatakan, di NasDem semua caleg memiliki potensi yang sama untuk dapat menduduki kursi legislatif. Caleg diberikan kebebasan dalam melakukan kerja-kerja di lapangan untuk mensosialisasikan diri.

“Semua berpotensi, karena di NasDem itu tidak ada prioritas. Jadi diberikan kebebasan untuk bertarung secara sehat untuk mendapatkan dua kursi di DPR RI dari Dapil II. Yang jelas NasDem target 2 kursi,” terangnya.

Untuk basis sendiri, ia mengatakan, seluruh daerah adalah basis NasDem. Tinggal bagaimana calegnya mengolah dengan baik daerah tersebut untuk mendapatkan suara dukungan sebanyak banyaknya. “Semua basis NasDem,” tegasnya.

Sebagai partai yang ingin menang, NasDem memiliki visi tersendiri sesuai dengan taglinenya partai restorasi perubahan. Partai besutan Surya Paloh ini ingin menghadirkan perubahan yang baik bagi negara kedepannya.

“Tentu yang pertama restorasi, semua kader itu akan dibekali dengan bagaimana melakukan perubahan ketika dia menjadi anggota DPR. Kemudian tentu karena ini adalah anggota DPR RI maka regulasinya kan di senayan maka memang yang diharapkan itu yah restori bagaimana mempercepat melakukan restori di negara kita ini,” tandasnya.

Ketua Bappilu Demokrat Sulsel, Selle KS mengatakan, untuk Dapil II ada sembilan caleg yang telah didaftarkan. “Seperti Andi Nurpati, Muhammad Nasyit Umar, Muh Djafar Hafsah, Hartiny Fanny, A M Irwan Pattawari, Satriya Majid, Praida Hansyah, Irfan Saputra dan Rustan. Nama-nama ini sudah terdaftar maju caleg di Dapil II,” ungkapnya.

Menurutnya, para kader tentu punya hitungan tersendiri. Selain itu, ada program khusus sebagai visi misi untuk disampaikan ke masyarakat demi meraih kemenangan. “Jadi, saya pikir ada program yang mereka tawarkan ke masyarakat agar terpilih,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Golkar Sulsel, Abdillah Natsir menyebutkan, khusus kader yang di dorong maju di Dapil II ke Senayan sama seperti parpol lain yang sebanyak 9 orang.

Menurunya, kader yang didorong punya potensi dan pengalaman. Sehingga maju dengan menonjolkan basis di wilayah yang diandalkan. “Ada sebagain caleg incumbent. Kembali ingin pertahanakan posisi, ada juga wajah baru yang maju di dapil ini,” tuturnya.

“Saya pikir caleg Golkar sudah tahu apa kekurangan dan kelebihan sehingga bisa dekat dengan masyarakt,” pungkasnya.

Menanggapi pertarungan di Dapil Sulsel 2, Pakar Politik Universitas Bosowa, Arief Wicaksono mengatakan, akan terjadi pertarungan sengit antar figur-figur potensial. Dapil Sulsel 2 juga menjadi dapil yang banyak dipilih oleh sejumlah figur lantaran wilayah yang mencakupnya sangat potensial.

“Nampaknya pada pemilu legislatif 2019 kedepan, Dapil Sulsel II, meliputi Kabupaten Bulukumba, Sinjai, Bone, Wajo, Soppeng, Kota Parepare, Barru, Kepulauan Pangkep dan Maros, manjadi primadona bagi figur-figur caleg dari berbagai partai politik,” kata dia.

Nama-nama tokoh-tokoh politik Sulsel hadir di Dapil Sulsel 2 tersebut. Bahkan beberapa kandidat gubernur Sulsel yang kalah pun ikut bertarung di dapil tersebut.

“Bukan hanya tokoh besar seperti SYL dan Akbar Faisal dari Nasdem, ada juga Agus AN dari Gerindra dan kalau tidak salah ada juga Aziz Qahhar Muzakkar dari PAN,” terangnya.

Meskipun begitu, lanjut Arief, dengan kuota kursi untuk DPR RI di Dapil Sulsel 2 tersebut akan terbagi secara merata. Apalagi hampir pasti kekuatan yang dimiliki para caleg hampir sama.

“Menurut saya, proyeksi 8 kursi di dapil itu akan terbagi merata diantara para tokoh Sulsel tersebut, karena parpolnya rata-rata telah diprediksi akan melampaui ambang batas parlemen. Dan itu bagus,” tandasnya. (*)


div>