• Selasa, 02 September 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

Dapil Sulsel II, 9 Kursi 7 Incumbent

Bertarung Di Basis Golkar

Rabu , 09 Oktober 2013 11:15
Total Pembaca : 1863 Views

Baca juga

RAKYATSULSEL.COM, MAKASSAR - Di Pemilu 2009, Dapil II Sulsel yang terdiri dari Kabupaten Sinjai, Bone, Maros, Bulukumba, Pangkajene Kepulauan, Barru, Soppeng, Wajo dan Kota Parepare, didominasi Partai Golkar.

Betapa tidak, dari 9 kursi yang tersedia di Dapil ini, 4 di antaranya berhasil disabet oleh kader partai beringin ini. Dari keempat caleg Golkar yang berhasil meraih kursi saat itu, hanya akan ada dua yang tetap bertarung pada Pileg 2014 di dapil ini, yaitu Andi Rio Idris Padjalangi dan M Basri Sidehabi.

Ini tentu sangat menguntungkan bagi calon legislator (caleg) lain, baik yang berasal dari internal Golkar, maupun yang berada di luar partai ini.

Dari total 108 caleg di Dapil ini, 7 di antaranya berstatus incumbent. Mereka adalah HA Rahman Halid (Hanura), A Taufan Tiro (PAN), M Basri Sidehabi (Golkar), Andi Rio Idris Padjalangi (Golkar),

Mohammad Jafar Hafsah (Demokrat), dan Abdul Gaffar Patappe (Demokrat).

Selain itu, adapula caleg yang berstatus bekas anggota DPR-RI, yaitu Malkan Amin dan Akbar Faizal.

Pengamat Politik UIN Alauddin, Firdaus Muhammad menilai, secara tradisionil, Sulsel secara umum memang masih menjadi lumbung suara bagi Partai Golkar. “Dapil manapun di Sulsel, pada umumnya masih dikuasai oleh caleg dari Golkar. Hanya saja, perlu juga diwaspadai pergerakan dari kader Demokrat,” katanya.

Hanya saja, menurut Firdaus, caleg-caleg dari partai lain di luar Golkar tetap harus diwaspadai. Apalagi, yang memiliki popularitas yang cukup besar. Sebut saja, Jafar Hafsah dari Demokrat, Akbar Faizal dan Malkan Amin dari NasDem.

“Ketiga nama itu, memang sudah pernah terpilih untuk DPR-RI. Meski sekarang maju dari partai yang berbeda dengan sebelumnya. Tetapi, tentu saja mereka memiliki basis suara,” ujarnya.

Sekarang, lanjut Firdaus, tinggal bagaimana mereka merawat basis-basis suaranya tersebut. “Meskipun mereka ada di antara yang pindah partai, tetapi setidaknya sudah menunjukkan kinerjanya, seperti Akbar Faizal,” ujarnya.

Apalagi, menurut Firdaus, masyarakat saat ini cenderung pada figur dibanding partai. “Artinya, incumbent punya peluang. Tetapi, perlu klarifikasi soal pindah partai itu demi edukasi politik,” katanya.

Selain, nama-nama seperti Jafar Hafsah, Akbar Faizal, dan Malkan Amin. Mereka yang memiliki kans besar untuk duduk, adalah caleg incumbent yang memang cukup kuat di daerah ini, seperti Taufan Tiro.

Pada Pileg 2014, Taufan Tiro meraih suara sebesar 38.476. Dimana, Taufan menjadikan Bone sebagai basis suaranya, dengan total suara mencapai 27.521.

Selain sebagai caleg incumbent. Taufan juga diunggulkan sebab sudah memiliki investasi politik dengan maju di Pemilukada Bone, pada Januari yang lalu. Ketika itu, Taufan Pawe bersama pasangannya Andi Promal Pawi, berhasil meraup suara sebanyak 49.633.

Caleg lain yang juga memiliki investasi politik di Dapil Sulsel II ini, adalah caleg PDIP, Samsu Niang. Wakil Ketua DPRD Makassar ini, waktu itu, bersama pasangannya Andi Hendra, Niang berada di posisi keempat, dengan perolehan suara 10.398.

Selain itu, Samsu Niang, juga bisa memanfaatkan jaringan Forum Komunikasi Penganyom Aspirasi Guru Indonesia (FK-PAGI) Sulawesi Selatan, dimana dia menjadi ketua di dalamnya.

Caleg pendatang lain yang juga memilik peluang besar, adalah Andi Irsan Idris Galigo. Putra mantan Bupati Bone 2 periode ini, sudah memiliki investasi politik ketika maju sebagai calon bupati Bone, pada Januari lalu.

Irsan yang berpasangan dengan Andi Yuslim Patawari, berhasil meraup suara sebesar 97.255. Hanya saja, yang memberatkan bagi Irsan, sebab di Dapil Sulsel II ini, dia harus bertarung dengan 2 tokoh senior yang sudah memiliki nama di kancah nasional, yaitu Malkan Amin dan Akbar Faizal.

Nama lain yang tidak bisa dikesampingkan di Dapil Sulsel II ini, adalah Rudiyanto Asapa. Bekas Bupati Sinjai 2 periode ini.(awl)

 

Incumbent: HA Rahman Halid (Hanura), A Taufan Tiro (PAN), M Basri Sidehabi (Golkar), Andi Rio Idris Padjalangi (Golkar), Mohammad Jafar Hafsah (Demokrat), dan Abdul Gaffar Patappe (Demokrat)