RABU , 14 NOVEMBER 2018

Dapil Sulsel II Bagaikan “Neraka” Untuk SYL

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Iskanto

Rabu , 17 Oktober 2018 07:49
Dapil Sulsel II Bagaikan “Neraka” Untuk SYL

Ketua Komando Srategi Nasdem (KostraNas), Syahrul Yasin Limpo mendampingi Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh saat menghadiri rapat pembekalan calon anggota DPRD se Kabupaten/Kota, Provinsi dan RI di Hotel Claro, Jl AP Pettarani Makassar, belum lama ini.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dikenal sebagai politisi senior yang punya banyak pengalaman, Syahrul Yasin Limpo (SYL), tidak ingin menganggap enteng pertarungan yang ia hadapi di Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.
Baginya, Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel II adalah Dapil “Neraka” dan untuk menaklukkannya tidaklah mudah.

Apalagi, melihat komposisi Calon Anggota Legislatif (Caleg) Partai NasDem, dan partai lainnya. Di internal Partai NasDem, ada incumbent Akbar Faizal dan Luthfi Halide. Di partai lain, ada juga istri-istri pejabat kepala daerah yang ikut bertarung.

“Tidak hanya Dapil II, semua dapil sulit dan berbahaya,” kata SYL, saat ditemui di Hotel Claro Makassar, Selasa (16/10).

Mantan Gubernur Sulsel dua periode itu menilai, banyaknya orang berpengaruh yang ikut bertarung di Pileg 2019, merupakan bentuk kesyukuran masyarakat Sulsel. Namun pastinya ada yang terbaik, yakni siapa yang dipilih oleh masyarakat.

“Semua yang bertanding orang-orang terbaik dan telah terseleksi di partai mereka, dan layak menjadi wakil rakyat,” ujarnya.

Ia menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat siapa yang akan dipilih pada April 2019 mendatang. Akan tetapi, sebagai Caleg, dirinya akan menawarkan pengalamanya, mulai dari menjadi lurah, camat, bupati hingga Gubernur Sulsel.

“Silahkan rakyat memilih. Tapi saya akan tawarkan diri dengan pengalaman saya,” sebutnya.

Sekadar diketahui, sebanyak 122 Caleg DPR RI Dapil Sulsel II ditetapkan sebagai daftar calon tetap (DCT) oleh KPU Pusat.

Dari 122 caleg DPR dari Dapil Sulsel II, tujuh di antaranya merupakan petahana. Mereka, Andi Iwan Darmawan Aras (Gerindra), Samsu Niang (PDIP), Andi Rio Idris Padjalangi dan Syamsul Bachri (masing-masing Golkar).

Akbar Faizal (NasDem), Andi Akmal Pasluddin (PKS), Andi Mariattang (pengganti antarwaktu-PPP), Muhammad Nasyid Umar (Demokrat), dan Andi Yuliani Paris (PAN). Mereka akan berebut suara rakyat dengan pendatang baru yang tak boleh dianggap remeh.

Sebut saja mantan Gubernur Sulsel dua periode Syahrul Yasin Limpo (NasDem), mantan Wakil Bupati Soppeng, Supriansa Mannahawu (Golkar), mantan anggota DPD RI Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (PAN).

Ada juga nama Lutfi Halid (NasDem/mantan Cabup Soppeng), Achmad Faisal Andi Sapada (NasDem/mantan calon Wali Kota Parepare), Andi Yuslim Patawari (PPP/mantan calon Wakil Bupati Bone), Andi Rudianto Asapa (Gerindra/mantan Bupati Sinjai dua periode dan mantan calon Gubernur Sulsel).

Tidak hanya itu, ada juga nama Andi Jamaro Dulung (PKB/mantan anggota DPR RI dari Fraksi PPP), Andi Yaqkin M Padjalangi (PDIP/mantan Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel) dan Mahyanto Mazda (PAN/mantan calon Wabup Sinjai). (*)


div>