SELASA , 24 JULI 2018

Dapil Sulsel III, Pertarungan Sengit Elite NasDem

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

asharabdullah

Rabu , 11 Juli 2018 10:15
Dapil Sulsel III, Pertarungan Sengit Elite NasDem

ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pertarungan sengit bakal tersaji di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Khusus di Dapil Sulsel III yang meliputi Luwu Raya, Toraja, Toraja Utara, Enrekang, Sidrap dan Pinrang sejumlah nama besar dikabarkan akan bersaing.

Khusus di Partai NasDem Dapil III, persaingan dipastikan akan terjadi persaingan sengit, sebab Partai NasDem dikabarkan memasukkan nama Ketua DPP NasDem Bidang Otonomi Daerah, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Ketua DPW NasDem Sulsel Rusdi Masse (RMS).

Syahrul sendiri, dengan ketokohan serta tingkat popularitas yang tinggi diyakini mampu melenggang ke senayan. Karena pengalaman jadi Gubernur Sulsel dua periode.

Kedua tokoh ini akan berhadapan dengan incumbent, Luthfi A Mutty yang menjadi wakil rakyat dari Fraksi NasDem Dapil Sulsel III.

Wakil Ketua DPW Partai NasDem Sulsel, Muslim Salam mengaku belum mengetahui pasti kebenaran kabar tersebut. “Saya memang dengar seperti itu jika SYL dan RMS maju. Namun belum pasti. Untuk lebih jelasnya konfirmasi kepada yang bersangkutan. Susunan nomor urut dan wilayah juga belum di tahu,” tuturnya.

Selain dua nama itu, pihaknya juga memastikan akan ada figur lain yang ikut maju. Hanya saja, kata dia, semua nama akan terpublis setelah rapat pemantapan dalam waktu dekat ini. “Mungkin setelah rapat pemantapan baru ditahu,” katanya.

Juru bicara DPW NasDem Sulsel, M Rajab mengatakan, pada Pileg 2019 mendtaang, Partai NasDem memiliki target untuk meningkatkan jumlah kursi. “Misalnya NasDem memiliki 2 kursi di DPR RI, ditingkatkan menjadi 6 kursi,” katanya, Selasa (10/7/2018).

Menurutnya, target tersebut bukan hanya memperjuangkan kader internal, akan tetapi figur eksternal yang menjadi usungan NasDem akan diperjuangkan demi kemenangan bersama. “Target menang di pemilu nanti. Ini menjadi keputusan NasDem saat rapat internal,” ujarnya.

Sementara Pakar Politik UIN Alaudin Makasssr, Firdaus Muhammad berpendapat jika SYL dan RMS bertarung di satu dapil untuk rebut kursi di senayan rasanya jadi persaingan ketat antara sesama.

Kendati demikian, ia meyakini diantara SYL dan RMS kemungkinan SYL masih fokus untuk jadi bursa Cawapres ketimbang lirik DPD RI. “Jika bertarung di satu dapil maka akan terjadi persaingan ketat untuk rebut hari masyarakat. Tapi saya pikir pak SYL masih fokus Pilpres,” ujarnya.

Menurutnya, karir SYL dengan segudang prestasi dan pengalaman sangat cocok untuk duduk di jabatan strategi pemerintahan pusat yakni unsur kementerian tahun 2019 nanti.

“Pengalaman SYL sebagai bupati dan gubenur sangat cocok untuk pemerintahan pusat,” pungkas Firdaus. (*)


div>