JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

Dari Hobi Melukis Hingga Jadi Desainer Ternama

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 08 April 2017 12:13
Dari Hobi Melukis Hingga Jadi Desainer Ternama

FOTO:REZARIYALDISALEH/RAKYATSULSEL/C Fokus Bisnis Fashion - Riza Rozana memperlihatkan salah satu hasil desain busana muslimnya, dalam kegiatan pameran yang dilaksanakan beberapa waktu lalu di Makassar.

GELIAT bisnis kreatif terus mengalami perkembangan beberapa tahun terakhir ini. Tak terkecuali di bidang fashion. Bahkan salah satu segmentasi yang mulai berkembang adalah tren hijab.

PENULIS: Reza Riyaldi Saleh

Salah satu desainer yang fokus mengembangkan fashion dengan model hijab ialah Riza Rozana. Berbekal hobi menggambar abstrak sejak kecil, dirinya pun mengembangkan skillnya dengan merambah industri fashion.

Riza atau Icha,–sapaan akrab Riza Rozana mengaku telah meniti karir sebagai desainer sejak 7 tahun terakhir atau tepatnya pada tahun 2010 lalu. Fashion dengan tren hijab yang digelutinya lantaran hendak menutup aurat.

“Awalnya kan saya melihat di kampung, yang berhijab itu rata-rata orang tua dan pasti kalau saya pakai rasanya tidak pede. Tapi saya sadar bahwa di ajaran Islam itu mengajarkan untuk menutup aurat, maka dari itu saya berusaha menciptakan busana dengan nyaman bagi konsumen saya,” ujar Riza, Jumat (7/4).

Karya pertama yang dibuatnya, kata dia merasa suatu tantangan bagi dirinya sendiri, sehingga ia mempunyai keseriusan untuk menggeluti dunia fashion. “Saya harus bikin sendiri, apalagi tujuan untuk menutup aurat. Maka terciptalah karya pertama saya, tapi karya pertamaku saya pakai sendiri dulu. Tak tahu-tahu ternyata temanku semuanya mau dibuatkan,” ucapnya.

Kendati demikian, kata Riza setelah mempelajarinya beberapa tahun. Ia pun bersungguh-sungguh untuk menciptakan usaha fashion.

“Modal awal saya itu Rp 50 juta. Modal itu, saya gunakan untuk membeil bahan-bahan katun combinasi bahan-bahan dari berbagai daerah seperti Batik Minang, Sutra Makassar, Kalimantan, Jepara dan lain-lainnya,” akunya.

[NEXT-RASUL]

Menjadi seorang desainer tak hanya dengan dua atau tiga karya saja. Menurutnya, sudah banyak mendesain busana yang bertemakan kebudayaan yang dimiliki negeri tercinta ini. Maka jangan heran jika karya-karyanya banyak diterima oleh oleh berbagai kalangan di Indonesia.

Dirinya pun memutuskan untuk mendirikan usaha fashion dengan brand Sun Summit. “Sun Summit adalah matahari pertemuan puncak yang berarti bahwa dalam menekuni dunia fashion ini, saya akan menemukan apa yang saya cari selama ini, yakni hobi, kreatifitas, bersosialisasi, banyak teman, sedikit idealis, suka tantangan. Jadi semuanya ada disini (tertinggi), sehingga itulah brand saya namakan Sun Summit by Rizaro,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, bahwa dirinya tak mempunyai konsep namun sesuai yang digunakan yaitu mungkin berawal dari hobi melukis, hobi berbau alami, sampai hobi yang unik-unik sehingga memilih masyarakat yang memberikan pengertian tersendiri.

“Sebenarnya sih, saya tidak pernah berfikir konsep. Mengalir saja, biar orang-orang sendiri yang menamainya,” bebernya.

Karena tidak punya konsep, kata Riza sehingga dirinya memilih untuk berkarya bebas. Semua alami dan sekelilingnya memberikan insprasi menjadi sebuah maha karya.

“Dari situlah dalam seminggu saya biasa launching produk dengan desain yang baru. Segmentasi, memang pemakainya boleh dibilang terbatas ekslusif dan yang mereka punya nyali fashion. Yang jelas saya ingin membantu mereka yang ingin menutupi aurat tapi tetap fashionabel jika ke kantor, kuliah, shoping, traveling dan arisan,” katanya.

Bahkan beberapa kali memilih kain Sutra Makassar untuk dipamerkan dibeberapa ajang fashion show, baik tanah air maupun show mancanegara. Salah satu ajang yang dimaksud adalah Indonesia Culture Festival digelar di Amsterdam, Belanda pada Desember 2016 tahun kemarin. Di ajang inilah ibu tiga anak ini memperkenalkan kultur budaya yang dimiliki Indonesia.

[NEXT-RASUL]

Beberapa diantaranya adalah kultur dari Sumatera Barat dengan menampilkan busana yang sporty namun berbau etnik dengan sentuhan ala Minangkabau. Selain itu, karyanya ini dipadukan dengan batik Tanah Like dan Sutra Makassar yang dikombinasi dengan bordir dan payet khas Kalimantan.

“Beberapa tahun terakhir ini saya aktif mendesain yang bertemakan batik dan sutra dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya adalah Sutra Makassar,” tandasnya.

Saat ditanya kenapa memilih Sutra Makassar untuk dijadikan bahan busana yang didesain, Riza mengaku dirinya juga menjadikan Kota Makassar sudah seperti kampungnya sendiri. Bahkan diakui jika Makassar adalah kampung keduanya.

“Makassar dan Padang itu punya kesamaan. Baik orang-orangnya maupun daerahnya. Saya punya banyak coustomer di Makassar. Jadi tidak ada salahnya kalau saya pamerkan karya di luar negeri dengan mengikutkan etnik Makassar seperti sutra Makassar yang memang sudah menduni,” pungkasnya. (D)


div>