MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Dari Konvoi, Corat-coret Hingga Sumbang Seragam

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 09 April 2016 09:56
Dari Konvoi, Corat-coret Hingga Sumbang Seragam

ASEP/RAKYATSULSEL KONVOI MESKI DILARANG. Puluhan pelajar SMK melakukan konvoi usai melaksanakan Ujian Nasional (UN) saat melintas di Jl Pelita Raya, Makassar, Kamis (7/4) lalu. Sebagian pelajar di Makassar tetap melakukan konvoi dan ugal-ugalan di jalan meski ada larangan dari pihak sekolah untuk tidak melakukan konvoi dan mecorat-coret seragam setelah pelaksanaan UN.

UJIAN Nasional (UN) SMA sederajat di Sulsel telah usai. Beragam Euforia terpancar dari ribuan siswa sebagai ekspresi kelegaan mereka setelah melewati masa ujian akhir. Ritual corat-coret baju hingga konvoi keliling kota seolah-olah menjadi ritual yang tidak bisa dilewatkan begitu saja.

Ironisnya, larangan konvoi sudah diedarkan pihak Pemkot Makassar, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Makassar. Alasannya, kerap terjadi aksi tawuran atau kecelakaan lalu lintas.

Sayangnya, hal ini tidak bisa dicegah siapapun. Euforia pasca-UN menjadi alasan utamanya. Imbauan Pemerintah Kota Makassar soal larangan melakukan aksi konvoi dan coret-coret baju kemeja Usai UN seakan tidak ada artinya.

Buktinya, sejak Hari Rabu hingga Kamis (6-7/4) aksi coret-coret dan konvoi menggunakan roda dua tetap dilakoni sejumlah siswa usai melaksanakan UN.

Seharusnya, dan sewajarnya, jika aksi corat-coret dan konvoi dilakukan hanya usai mendengar pengumuman hasil UN. Tapi budaya siswa saat ini usai UN aksi liar tersebut dibudayakan. “Atas istruksi Wali kota Makassar.

Kami dari Dikbud kota Makassar, sudah sampaikan surat edaran secara tertulis ke semua sekolah SMA/SMK, agar para guru menjaga dan melarang siswanya jangan melakukan aksi konvoi atau coret baju usai UN, tapi diabaikan.

[NEXT-RASUL]

Guru biarkan siswa lakukan aksi liar tersebut,”ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) kota Makassar, Alimudin Tarawe, Jumat (8/4).

Tak hanya itu, imbauan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto melalui berbagai media, agar siswa tak boleh lakukan konvoi usai UN jelas diabaikan oleh siswa.

“Selain surat edaran dari Dikbud, imbauan juga dari pak Wali Kota Moh Ramdan ‘Danny’ Pomanto melarang siswa lakukan konvoi. Kami juga sudah meyurati ke pihak kepolisian di Polrestabes Makassar agar mencega dan menangkap siswa yang melakukan aksi konvoi dan coret-coret di jalan,”terangnya.

“Kita sudah menyurat ke pihak kepolisian untuk menangkap siswa yang konvoi yang melanggar aturan lalu linta. Tapi mau diapa itu wewenang pihak kepolisian,”tutur Alimudin.

Kendati demikian, tak semua siswa sekolah turun berkonvoi, berdasarkan pantauan Harian Rakyat Sulsel sejumlah jalan sempat macet akibat pawai yang mereka lakukan. Rombongan konvoi pelajar ini melewati Jalan Urip Sumaharjo, Ratulangi, Veteran, Alauddin, AP Pettarani, Cendrawasih, Bandang, Ahmad Yani, Jenderal Sudirman, dan finis di sekolah masing-masing.

Konvoi tidak hanya terjadi di tahun ini, tetapi hampir setiap tahun pasca UN dan pengumuman kelulusan. Mungkin sudah menjadi tradisi bagi para pelajar sebagai bentuk mengekspresikan kegembiraannya karena usai mengikuti UN. Namun disatu sisi hal tersebut membahayakan diri mereka.

[NEXT-RASUL]

Jika sebagian sekolah melampiaskan kegembiraan pasca UN dengam konvoi kendaraan dan coret-coret, pemandangan berbeda terlihat di SMK YPLP PGRI I, Jalan Dg Tata, Komp Hartaco Indah, Makassar ini punya cara lain Di hari terakhir UN, pihak sekolah mengumpulkan ratusan siswanya dan mengajak doa bersama. Usai berdoa, ratusan siswa kemudian diajak untuk menyumbangkan peralatan sekolah untuk adik-adik kelasnya.

Kepala SMK YPLP PGRI I, Saturuddin mengatakan, aksi kumpul seragam sekolah ini merupakan rutinitas sekolahnya setiap tahun. Menurut dia, sejak menjabat di SMK YPLP PGRI I tidak satupun siswanya yang melakukan konvoi usai pelaksanaan UN.

“Sejak awal memang kami sudah mengimbau kepada siswa untuk tidak melakukan konvoi. Itu sangat berbahaya. Jadi kami mengarahkan mereka untuk mengumpulkan seragam yang mereka gunakan saat UN untuk kemudian disumbangkan,” ujarnya.

Aksi kumpul baju seragam yang dilakukan siswa SMK YPLP PGRI I ini sebagai bentuk kesyukuran karena telah mengikuti ujian. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 118 baju seragam berhasil dikumpulkan dalam aksi ini.”Ini lebih bermanfaat daripada konvoi-konvoi atau coret-coret. Yang seperti sudah kami lakukan sejak tahun 2010 lalu,” katanya.(asr/D)


Tag
  • UNBK 2016
  •  
    div>