RABU , 13 DESEMBER 2017

Dari Lorong KB Menjadi Kampung KB

Reporter:

Editor:

Rasmi

Kamis , 26 Oktober 2017 16:07
Dari Lorong KB Menjadi Kampung KB

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Makassar Drs Daniel  Pakambanan M.Si mengungkapkan jika pihaknya berhasil  menggenjot salah satu program unggulan yang menjadi program nasional yakni kampung KB. Program ini awalnya berasal dari program inovasi lorong KB.

Pada tahun  2016 jumlah Lorong KB sebanyak 155 lorong. Tahun ini pihaknya sementara dalam meningkatkan jumlah Lorong KB menjadi 310 Lorong KB di setiap kelurahan yang ada di lingkup Kecamatan.

“Kami berharap program inovasi terus meningkat sehingga Kota Makassar kedepan semakin berprestasi di mata masyarakat Indonesia pada umumnya,” terangnya, Kamis (26/10).

Daniel menuturkan, lorong menjadi kampung KB  mewakili satu kelurahan dari setiap kecamatan yang ada di Kota Makassar.

“Dalam program unggulan ini sudah termasuk MTR dan apabila jumlah penduduknya mendominasi seperti pembinaan keluarga (bina keluarga balita), kelompok bina keluarga remaja atau lansia jika banyak pasangan subur akan kami berikan pelayanan secara gratis,” tuturnya.

Sementara itu, Daniel Pakambanan beserta pihaknya sangat berharap wilayah percontohan itu bisa menjangkau daerah kumuh dan padat penduduk. “Kita mau lebih mensejahterakan mereka melalui program unggulan ini,” imbuhnya.

Kepala Seksi Pendayagunaan PL KB Sardin Tompo mengungkapkan jika Lorong KB merupakan  bagian dari Kampung KB.  Bedanya, jika Lorong KB terbatas dan Kampung KB wilayah lebih luas.

“Kampung KB itu minimal satu RW didalamnya. Selain itu,  harus ada pokja dan fasilitator. Sementara untuk dananya juga difasilitasi dari anggaran APBN. Sedangkan Lorong KB itu swadaya,” ujarnya.

Kepala Bidang Penyuluhan dan Penggerakan KB Fachri Usman menambahkan, Kampung KB dicanangkan sejak 2016 lalu di Untia dan terealiasi di 2017 dan sekarang mencakup 13 kecamatan.

 


Tag
div>