KAMIS , 20 SEPTEMBER 2018

Darurat Sampah, Pemkot Kerahkan Puluhan Personil dan Tiga Armada

Reporter:

Editor:

Niar

Rabu , 11 Oktober 2017 12:43
Darurat Sampah, Pemkot Kerahkan Puluhan Personil dan Tiga Armada

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Menyikapi banyaknya sampah yang bertumpuk di sepanjang tanggul Cempae, khususnya di belakang Pasar Lakessi, Kelurahan Lakessi, Kota Parepare, sekitar 30 personel dan tiga mobil pengangkut sampah milik Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Parepare diturunkan langaung

Lurah Lakessi, Awal, yang ditemui di kantornya mengaku, turunnya BLH karena melihat kondisi yang ada di pantai tersebut kian memprihatinkan. Hal tersebut menjadi image di kalangan masyarakat sebagai lokasi darurat sampah atau tempat berkumpulnya sampah, baik itu sampah dari masyarakat sekitar maupun sampah kiriman melalui kanal pembuangan yang bermuara ke lokasi tersebut.

“Sebelumnya kami dari pihak kelurahan telah turun meninjau lokasi darurat sampah itu, dibantu beberapa awak media mempulikasikan kondisi nyata yang ada di sana. Menyikapi hal itu, bersama BLH kami turun melakukan pembersihan sebagai tahap awal,” ujar Awaluddin.

Lanjut awal, sekitar 90 menit kegiatan pembersihan dilakukan. Hasilnya, dari radius 200 meter lahan yang berada disana, 30 persen sampah diantaranya sudah berhasil diangkut.

“Ini baru tahap pertama, rencananya akan kita lanjutkan lagi besok (Kamis, 12 Oktober_red) tahap kedua,” katanya.

Dia berharap, tahap kedua nantinya, pelibatan seluruh stakeholder sangat dibutuhkan. Peralatan berat juga diperlukan untuk melakukan pengerukan pasir yang ada di pinggir pantai agar tidak terjadi pendangkalan.

“Lahan sekitar radius 200 meter ini hampir seluruhnya ditutupi sampah, dan mengalami pendangkalan hingga 50 cm. Kita sangat ingin gerakan pembersihan pantai tahap dua ini dapat melibatkan seluruh stakeholder yang ada, hal ini sebagai upaya merubah image yang menyatakan pantai adalah tempat darurat sampah,” jelas Awal.

Langkah selanjutnya, kata Awal, pihaknya akan menyediakan kontener sampah sebagai antisipasi agar masyarakat tidak menjadikan pantai sebagai tempat pembuangan sampah.

“Bukan hanya kontener sampah yang akan disiapkan, kita juga akan mengevaluasi kanal saluran pembuangan agar sampah tidak lagi bermuara lewat situ,” katanya.

Sebelumnya, warga setempat, Rusdin mengatakan, persoalan sampah yang ada di sana sudah lama berlarut-larut. Bahkan tiga tahun silam pernah dilakukan pembersihan, namun kondisi itu kembali lagi, lantaran tidak mengatasi sumber sampahnya.

“Sampah itu kan lewat saluran yang jalurnya dari rumah warga ke pantai, jadi seharusnya kita carikan solusi bagaimana mengantisipasi sampah agar tidak masuk ke pantai. Jika pantai yang terus dibersihkan, sedangkan sumber sampahnya tetap jalan, maka pasti akan sia-sia saja,” katanya.

Warga lainnya, Dahri, mengharapkan agar pemerintah membantu wacana pembersihan yang akan dilakukan di wilayah Kelurahan Lakessi. Menurutnya, wilayah yang ada di sana sangat strategis sebagai rana bisnis untuk menunjang pertumbuhan ekonomi di Parepare.

“Pemerintah kita harapkan buat program paripurna, sehingga apa yang menjadi problem itu bisa dituntaskan. Apalagi, lokasi yang berada di belakang Pasar Lakessi sangat menjanjikan sebagai lahan bisnis,” katanya. (Nia)


Tag
div>