SENIN , 10 DESEMBER 2018

Darussalam Syamsuddin

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 22 Agustus 2017 11:28
Darussalam Syamsuddin

Prof Dr Darussalam Syamsuddin. MAg

Sebagai bangsa dan umat beragama, terdapat beberapa negara yang telah menyatakan kemerdekaan, baik di Barat maupun di Timur. Negara-negara tersebut mengalami kondisi yang berbeda antara satu dengan lainnya. Ada yang cepat melakukan konsolidasi lalu melakukan modernisasi, ada pula yang lambat dan sulit melupakan berat dan sulitnya kehidupan di bawah tekanan penjajah. Konsolidasi yang dimaksud berkaitan dengan politik, ekonomi, keamanan dan ketertiban sosial.

Para pendiri Republik ini patut memperoleh penghargaan karena jasa dan pengorbanan mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan. Melalui konsolidasi politik, yang akhirnya bermuara pada tercapainya kemerdekaan Indonesia. Karena itu, agenda bangsa Indonesia ke depan adalah menumbuhkan sebuah kecintaan dan kebanggaan bagi seluruh masyarakat sebagai warga negara Indonesia, yang maju karena prestasi  pendidikan dan peradabannya. Sebagaimana negara Jepang, yang senantiasa dipuji karena menjadi negara maju tanpa kehilangan identitasnya sebagai bangsa Jepang.

Seperti halnya dengan bangsa Cina, Singapura, Malaysia dan India, yang sekarang ini tampil sebagai negara yang diperhitungkan dalam percaturan global. Keberhasilan mereka membangun bidang politik, ekonomi yang berdasar pada pembangunan pendidikan sebagai prioritas, tanpa meninggalkan akar budayanya masing-masing. Berbeda dengan bangsa Indonesia, yang menurut Adam Malik sebagai bangsa yang suka meniru. Hanya saja sangat disayangkan ketika meniru Barat, maka yang ditiru adalah kebebasannya bukan ketaatannya pada hukum dan perundang-undangan. Ketika meniru Timur, maka yang ditiru adalah sikap otoriternya, bukan pada kedisiplinan dan budaya kerja kerasnya.

Kecenderungan masyarakat Indonesia saat ini adalah semakin kurangnya semangat pengorbanan masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sangat disayangkan, sekarang ini terdapat kecenderungan masyarakat yang senantiasa ingin mengambil bukan memberi, bahkan terhadap sesuatu yang bukan haknya. Masing-masing orang ingin menguasai orang lain, tak ubahnya seperti mental kolonial yang selalu ingin menguasai bukan berbagi kepada sesama.

Hal demikian ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, karena tidak sesuai dengan budaya bangsa yang dikenal sebagai bangsa yang senantiasa menjunjung tinggi semangat gotong royong, bukan bangsa yang menganut paham individualis dan materialis. Paham hedonis yang senantiasa mengejar kesenangan hidup dalam berbagai aspek kehidupan juga mulai mempengaruhi masyarakat, mengakibatkan lunturnya semangat pengorbanan yang telah menjadi budaya masyarakat selama ini.

Kalau para pengamat mengatakan, bahwa generasi muda saat ini kehilangan panutan hampir di semua aspek kehidupan. Politik, ekonomi, moral berjalan tanpa adanya penegakan hukum yang mengawalnya. Padahal, sangat menentukan bahwa figur panutan akan lahir dalam sistem yang  baik. Untuk menjadi masyarakat yang maju, tidak harus menjadi Barat, dengan meninggalkan identitas bangsa yang telah ditanamkan oleh generasi terdahulu.

Masyarakat kita lantang teriak demokrasi, meskipun perut dan kondisi ekonomi mereka masih jauh untuk dikatakan cukup. Berbeda dengan negara-negara maju, mereka berbicara tentang demokrasi setelah kebutuhan hidup mereka tercukupi. Tidak sulit menumbuhkan semangat kebersamaan, karena kesadaran moral untuk berkorban mendasari setiap keinginan bersama dalam kehidupan masyarakat.

Perjalanan bangsa meraih kemerdekaan, patut menjadi bahan renungan bagi siapa saja yang mendambakan kehidupan yang lebih baik, tidak terkecuali bagi para politisi. Mestinya politik semakin mendewasakan dan menyejahterakan masyarakat. Bukan sebaliknya, rakyat atau masyarakat yang dieksploitasi untuk memakmurkan para politisi. Karena sangat beresiko ketika masa depan bangsa diberikan dan dipercayakan kepada mereka yang hanya berpikir untuk diri sendiri, keluarga, partainya dan mengorbankan kepentingan bangsa dan negara yang lebih luas dan menyeluruh. (*)


div>