SENIN , 10 DESEMBER 2018

Data Kemiskinan Dinsos Pangkep Tidak Valid

Reporter:

Atho

Editor:

asharabdullah

Selasa , 03 Juli 2018 12:49
Data Kemiskinan Dinsos Pangkep Tidak Valid

Tajuddin Mustaming, Founder Gerakan Sosial Peduli Sesama Kabupaten Pangkep, yang juga merupakan pemerhati Kemiskinan. Foto: Atho/RakyatSulsel

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Pangkep dalam hal ini Dinas Sosial, dianggap tertipu dengan data kemiskinan yang ada, padahal data kemiskinan tersebut tidaklah valid.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pemerhati Kemiskinan, Tajuddin Mustaming. Dia bahkan menyebut bahwa pihak yang bertanggung jawab, yakni Dinas Sosial tidak melakukan validasi menyeluruh, hanya terpaku pada data tahun 2015 yang notabene dianggap banyak berubah.

“Selama ini pemerintah, hanya mengacu pada data penerima raskin dan PKH, sementara mereka tidak melakukan validasi di lapangan, sehingga banyak warga miskin yang tidak terdata, yang seharusnya masuk sebagai penerima”, ujar pria yang akrab disapa Tajuk tersebut, Selasa (3/7).

Tajuk juga menilai, jika Pangkep sudah masuk wilayah darurat kemiskinan dan dibutuhkan langkah taktis pemerintah untuk menekan dan menanggulangi kondisi tersebut.

“Pangkep itu sudah kronis soal kemiskinan, dan pemerintah butuh dana taktis untuk menanggulangi itu, jangan hanya berpangku tangan dengan data lama, padahal kita ini kaya”, tuturnya.

Dia pun tidak menampik jika Pangkep dinobatkan sebagai daerah termiskin di Sulsel oleh BPS.

“Itu tepat, jadi data BPS tidak bohong, puluhan ribu warga kita miskin itu adalah data valid”, tutup founder Gerakan sosial Peduli sesama tersebut.

Saat ini Pangkep menjadi daerah termiskin di Sulsel, dengan 16,2 persen dari jumlah penduduk, atau kurang lebih 42.000 warga miskin yang saat ini butuh perhatian. (*)


div>