Datangi DPRD Wajo, Warga Caleko Minta Tambang Pasir Ditutup

Masyarakat Dusun Caleko Orai Salo Desa Wage, Kecamatan Sabbangparu saat menyampaikan aspirasinya di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Wajo, Rabu (4/10).

WAJO,RAKYATSULSEL.COM – Puluhan masyarakat Dusun Caleko Orai Salo Desa Wage, Kecamatan Sabbangparu mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) WAJO, Rabu (4/10).

Kedatangan warga itu, untuk menyampaikan aspirasi terkait keberadaan tambang pasir milik salah satu pengusaha yang beroperasi di aliran sungai Walennae di Dusun Caleko Desa Wage, yang mereka anggap mengancam keberadaan tanggul dan pemukiman.

“Jadi kami memohon agar DPRD membantu kami, supaya tambang pasir yang ada di Caleko segera ditutup, Apalagi itu tidak memiliki izin,” kata HERMAN, salah seorang warga.

Lanjut Herman, keberadaan tambang yang sudah beroperasi sekitar dua bulan itu, sudah mereka laporkan ke pemerintah desa setempat namun sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya.

“Kami sudah sampaikan ke pemerintah desa, kita juga sudah menggelar rapat dengan menghadirkan pemerintah kecamatan dan Babinsa. Janjinya waktu itu, akan segera melakukan tindakan tapi, sampai sekarang tidak ada hasilnya, tambang masih dibiarkan beroperasi. makanya, kami meminta bantuan DPRD,” beber Herman.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi II DPRD Wajo Ashanul Haq Nawawi, berjanji akan menindak lanjuti aspirasi tersebut secepatnya.

“Kita akan tindak lanjuti dan menyampaikan secepatnya ke pimpinan, tentu dengan. Memangil pihak-pihak yang terkait, jika memang tambang tersebut melanggar dan tak memiliki izin tentu kita akan tutup,” jelasnya. (*)