JUMAT , 19 OKTOBER 2018

DBD Meningkat, KSR-PMI STIKES Turut Berantas PSN

Reporter:

Editor:

hur

Jumat , 08 Januari 2016 18:26

LUWUTIMUR, RAKYATSULSEL. COM – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Luw Timur telah menelan korban 2 orang pasien meninggal. Keadaan itu menyebabkan beberapa kelompok unsur masyarakat ikut serta memberantas penyebab DBD.

Salah satunya korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) di Sekolah tinggi ilmu kesehatan (STIKES) Batara Guru, yang menggelar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara bersih-bersih lingkungan.

“Pemberatasan DBD kami lakukan sebagai kepedulian, karena telah banyak anggota masyarakat yang menjadi korban. Kita lakukan bersih-bersih lingkungan di sekitar rumah masyarakat di Kecamatan Wotu, untuk mencegah agar wabah ini tidak lagi menelan korban jiwa,” kata Jumrawati Syam, ketua panitia PSN, Jumat (8/1).

Jumrawati mengatakan, kegiatan dilakukan bertujuan agar bagaimana masyarakat bisa hidup bersih di lingkungannya. “Bukan hanya kita lakukan bersih-bersih di setiap lingkungan, tapi juga melakukan pembagian brosur kepada masyarakat tentang bagaimana cara pencegahan penyakit DBD dan dampak DBD tersebut,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, beberapa kalangan ikut terlibat seperti Camat Wotu, Puskesmas Wotu dan Rumah sakit I Lagaligo Wotu.

Diketahui sejak Januari 2016, ada 170 kasus DBD di 11 Kecamatan di Luwu Timur. Sebanyak 45 orang di rawat di rumah sakit dan dua orang telah meninggal dunia. Saat ini, RSUD I Lagaligo kewalahan menangani kasus DBD tersebut, terutama dlam hal penyediaan darah. Karena setiap pasien membutuhkan sekitar 8-10 kantong darah.


Tag
  • DBD
  •  
    div>