MINGGU , 21 OKTOBER 2018

DBD Terus Bertambah, Tator Tetapkan KLB

Reporter:

Editor:

hur

Kamis , 04 Februari 2016 17:10

TANA TORAJA, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah kabupaten Tana Toraja, melalui Dinas Kesehatan, menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Peningkatan status ini menyusul semakin bertambahnya jumlah penderita yang dirawat di dua rumah sakit di daerah pariwisata itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja, dr Samuel Palin Buli mengatakan jika DBD sudah termasuk kejadian luar biasa karena peningkatan kasus sebanyak dua kali lipat pada periode yang sama tahun sebelumnya`

Dijelaskan, pada bulan Januari tahun 2015 yang lalu, jumlah penderita DBD di wilayah kabupaten Tana Toraja hanya dua kasus. Sedangkan pada Januari 2016 atau pada periode yang sama di tahun berikutnya, jumlah kasus meningkat berkali-kali lipat. Hingga Rabu, 3 Februari 2016, jumlah penderita DBD yang didata oleh Dinas Kesehatan mencapai 31 kasus. Dari 31 kasus ini, 22 orang dirawat di RSUD Lakipadada dan Rumah Sakit Fatimah Makale sebanyak sembilan orang.

“Jumlah penderita DBD ini meningkat tajam selama seminggu belakangan ini, karena pada akhir Januari 2016 lalu, jumlah penderita DBD yang dirawat di rumah sakit baru mencapai 20 orang,” kata dr.Samuel.

Selain jumlah pasien yang terus bertambah setiap hari, sebaran kasus juga meluas hampir ke semua wilayah di kabupaten Tana Toraja serta Toraja Utara. Lokasi dengan penderita terbanyak yakni kelurahan Kamali Pentalluan, kecamatan Makale sebanyak 9 orang, Kecamatan Mengkendek 3 orang, Kelurahan Pantan 1 orang, kelurahan Tondon mamullu 6 orang , Kampung Baru 2 orang, To’kaluku 6 orang, Kecamatan Rembon 1 orang, Kelurahan Bombongan 2 orang, dan semuanya sudah positif.

Untuk menanggulangi kejadian luar biasa ini, Dinas Kesehatan melakukan Dinas Kesehatan, fogging (pengasapan) di beberapa lokasi di kota Makale dan beberapa wilayah di sekitarnya. Selain itu, Dinas Kesehatan juga membagikan serta menaburkan bubuk Abatei untuk membunuh jentik atau telur nyamuk.

Dr Samuel masyarakat harus selalu waspada, apalagi di saat seperti ini tingkat curah hujan masih tinggi, dan yang terpenting menurutnya apabila masyarakat mengetahui terdapat kasus DBD secepatnya melaporkan kepada Dinas Kesehatan agar cepat dilakukan penanganan.

Lebih jauh dikatakan jika Dinas Kesehatan tetap melakukan pencegahan DBD dengan rutin melakukan penyemprotan, tetapi penyemprotan dan penanganan lain haruslah disertai dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan. Jadi dihimbau kepada masyarakat agar memperhatikan lingkunganya sebab lebih murah mencegah dari pada mengobati.


Tag
  • DBD
  •  
    div>