JUMAT , 17 AGUSTUS 2018

Debat Kandidat Jilid II di Jakarta

Reporter:

Suryadi - Iskanto

Editor:

asharabdullah

Senin , 02 April 2018 13:45
Debat Kandidat Jilid II di Jakarta

Dok. RakyatSulsel

– Keamanan dan Finansial Jadi Pertimbangan KPU

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Debat kandidat Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, akan digelar 19 April mendatang di Jakarta. Keputusan melaksanakan debat kandidat jilid kedua ini diambil setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel melakukan beberapa pertimbangan. Diantaranya, faktor keamanan dan finansial (sewa lokasi debat).

Humas KPU Sulsel, Asrar Marlang, menjelaskan, debat kedua kemungkinan akan digelar di luar Sulsel, yaitu Jakarta, dengan lokasi Studio Kompas TV.

“Dengan segala pertimbangan, debat kedua disepakati dilaksanakan di Jakarta,” ujarnya, Minggu (1/4).
Asrar menuturkan, salah satu pertimbangan sehingga akan digelar debat diluar Kota Makassar, adalah karena keamanan serta penghematan finansial untuk lokasi atau tempat debat.

“Ada pertimbangan khusus sehingga debat di luar Makassar. Alasan utama karena faktor keamanan, tapi paling utama adalah menghemat finansial,” tuturnya.

Dia menyebut, sekali debat Pilgub anggarannya senilai Rp 1,5 miliar. Debat putaran pertama, KPU berhasil mengefisienkan anggaran melalui kerjasama dengan pihak pemilik hak siar Kompas TV.

“On air-nya gratis, panggung, lighting, sound ditanggung Kompas TV. Kami hanya tanggung hotel dan biaya konsumsi,” ungkapnya.

Soal pembahasan teknis, lanjutnya, akan dibicarakan di internal KPU Sulsel.

Senada disampaikan Komisioner KPU Sulsel, Faisal Amir. Ia menjelaskan, pihaknya akan membahas lokasi debat bersama tim penghubung masing-masing paslon dan membahas stasiun TV yang menyiarkan langsung jalannya debat kedua. Sudah ada dua televisi nasional yang memasukkan penawarannya ke KPU, yaitu Inews TV dan Metro TV.

“Akan ada pertemuan lagi bersama LO di KPU. Alhamdulillah, debat pertama yang disiarkan di Kompas TV berjalan dengan baik sesuai rencana,” ujar Faisal.

Sementara, Pakar Politik Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Arief Wicaksono, menilai, debat pertama yang telah berlangsung beberapa hari lalu kurang efektif. Apalagi, sejumlah paslon saat menjawab pertanyaan kurang mencermati pertanyaan tersebut, sehingga jawaban yang terlontar kurang maksimal.

“Saya ada di jajaran pihak yang mengatakan debat pertama itu relatif tidak maksimal. Pertanyaan lain, jawaban lain,” kata Arief.

Menurutnya, kandidat paslon lebih kepada pemaparan program dan visi misinya, sehingga kesan debat yang produktif kurang terasa dengan baik. Hal ini mungkin, lantaran kandidat terlalu akselerasi diri sehingga tujuan debat yang sesungguhnya kurang maksimal.

“Itu karena mungkin tidak ada koordinasi KPU dengan tim LO masing-masing paslon. Sehingga kemarin, paslon justru nampak ingin sosialisasi program, padahal tajuk forumnya adalah debat. Debat pertama kemarin agak mengawang, tidak membumi, itu kata saya,” terangnya.

Ia berharap, apa yang terjadi pada debat pertama tidak terulang kembali. Sebaiknya, kandidat fokus pada tema debat dan sama-sama beradu argumen untuk meyakinkan pemilih.

“Makanya harapan saya kedepan terhadap debat kedua adalah tidak terulangnya peristiwa di debat pertama. Percuma saja pembawa acaranya sekaliber Rossi, tapi konsep teknis debatnya lemah,” paparnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, Laode Arumahi, menuturkan, pada debat yang akan digelar Jakarta ini, Bawaslu tetap akan melakukan pengawasan seperti pada debat pertama. Namun, ia belum bisa memastikan berapa jumlah anggota Bawaslu yang akan mengawasi secara langsung.

“Apakah hanya sebagian saja yang pergi atau bagaimana, itu nanti kita sesuaikan saja. Karena tidak boleh juga kalau tidak ada yang berangkat,” tuturnya.

Untuk debat pertama, Laode mengaku tidak menemukan hal-hal yang menyimpang selama proses debat berlangsung. Karena memang, penyelenggara sudah semaksimal mungkin untuk meminimalisir hal-hal diluar aturan yang mungkin bisa terjadi.

“Kita melihatnya masih normatif saja. Sejak awal presenternya sudah diberitahukan untuk menjaga netralitasnya,” imbuhnya. (*)


div>