SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Debat Kandidat Seri Kedua, KPU Undang Tokoh Nasional Asal Sulsel

Reporter:

Suryadi - Fahrullah - Iskanto

Editor:

asharabdullah

Selasa , 10 April 2018 10:37
Debat Kandidat Seri Kedua, KPU Undang Tokoh Nasional Asal Sulsel

Empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel tampil di Debat Kandidat Pilgub Sulsel 2018 di Hotel Grand Clarion, Rabu (28/3/2018). (foto: Zul Kifli)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, akan menggelar debat kandidat seri kedua di Jakarta, Kamis (19/4) mendatang. Alasan KPU menggelar debat kandidat pemilihan gubernur (pilgub) Sulsel selain faktor keamanan serta efesiensi anggaran, KPU juga beralasan jika debat di Jakarta untuk menghadirkan tokoh asal Sulsel yang ada di Jakarta.

“Debat ke dua ini, dibawa ke Jakarta supaya tokoh nasional dan tokoh asal Sulsel hadir menyaksikan. Apalagi banyak orang Sulsel di Jakarta,” ujar Komisioner KPU Sulsel bidang teknis Misna M Attas, Senin (9/4).

Misna menjelaskan, saat ini sejumlah undangan VIP sudah disiapkan untuk tokoh Sulsel. Diantaranya, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua DPD RI Oesman Sapta Oddang (Oso) , Ketua Mahkaman Agung (Hatta Ali) serta tokoh petinggi Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) yang berdomisili di Jakarta.

Untuk efisiensi anggaran Misna menjelaskan, penghematan anggaran debat kandidat diluar Sulsel lebih efektif ketimbang debat digelar di Sulsel. Secara estimasi kata Misna, debat yang digelar di Sulsel biaya yang dikeluarkan seperti membayar hotel saat debat, penginapan, makan untuk paslon dan tim serta biaya keamanan dan tidak melakukan lelang untuk siaran stasiun Televisi.

Sementara debat di Jakarta, lanjut Misna, pihak KPU akan dibantu oleh Metro TV selaku stasiun televisi pemegang hak siaran. Begitu juga disiapkan lokasi Studio gratis tanpa makan seperti di Hotel atau acara lain pada umumnya. Dan soal keamana bisa terjaga karena jumlah tim paslon berkurang.

“Itu perbedaannya sedikit lebih menghemat kalau debat di luar Makassar, soal tempat tidak bayar, makan palingan snack, keamana dan jumlah tim paslon berkurang,” katanya.

Secara estimasi untuk debat kandidat KPU menyiapkan anggran sebesar Rp 1,5 M. Untuk satu kali debat, hanya saja untuk pengeluaran seperti debat permata sesuai laporan pihak Sekretariat KPU, hanya Rp 300 juta lebih saja.

“Untuk satu kali debat itu total anggaran debat Rp1,5 M, namun pengeluaran hanya 300 juta lebih. Kalau debat di Jakarta, kami yakin bisa menghemat lagi,” ungkapnya.

Tak hanya itu, saat ditanya jumlah pendukung serta tim paslon yang akan hadir saat debat di Jakarta, apakah dibatasi atau sama seperti debat perdana di Makassar. Misna menuturkan bahwa jumlah tim paslon dbatasi sebanyak 30-50 orang saja, karena ruangan studio sempit sehingga tak bisa menampung jumlah massa yang banyak.

“Soal panelis masih dibahas, kalau jumlah tim paslon yang hadir lebih sedikit dibanding debat yang pertama. Bisa 30 hingga 50 orang. saja karena studio lokasi debat itu kecil, tak bisa menampung peserta dengan jumlah banyak,” pungkasnya.

Sementara, Ketua KPU Sulsel, Iqbal Latief menjelaskan dipilihnya Jakarta sebagai lokasi debat karena pertimbangan untuk menghadirkan tokoh nasional yang berasal dari sulsel. ” Kita juga mesti menyadari bahwa banyak orang-orang dari Sulsel yang berdomisili di Jakarta. Kalau di Jakarta, kita akan mengundang orang-orang Sulsel disana,” tuturnya.

Iqbal mengklaim, jika debat kandidat di gelar di Jakarta maka justru akan lebih mengefisienkan anggaran, sebab akan digelar langsung di studio stasiun televisi nasional pemenang tender debat kandidat tersebut. “Kalau kita di studio bisa lebih efisien, ketimbang di luar studio. Tapi itu bukan pertimbangan utama, yang jadi alasan utama kita supaya bagaimana kandidat peserta Pilgub Sulsel 2018 ini dikenal oleh orang luar,” katanya.

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) belum menentukan berapa jumlah tim yang akan ikut pada debat di Jakarta nantinya. Hal itu lantaran belum adanya kepastian dari KPU berapa batas tim yang diperbolehkan untuk ikut nanti. “Belum dipastikan, yah sesuai porsi dan kebutuhan debat nanti,” kata Juru Bicara (jubir) IYL-Cakka, Henny Handayani.

Jubir NH-Aziz, Risman Pasigai mengungkapkan, saat ini tim telah melakukan persiapan untuk hadir dalam debat tersebut.
“Terkait tim yang akan ikut ke Jakarta sesuai arahan KPU sekitar 25-50 orang insya Allah NH-Aziz siap untuk hadir,” kata Risman.

Risman mengatakan, pihak Nurdin Halid – Aziz Qahhar Mudzakkar juga sama sekali tidak mempersoalkan urusan akomodasi kandidat calon yang tidak ditanggung penyelenggara. Sebab, segala sesuatunya telah dipersiapkan. “Saya kira urusan akomodasi dan sebagainya tidak ada masalah, karena kebijakan penyelenggara sudah begitu, kita ikuti saja,” pungkasnya.

Liason Officer (LO) Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS), Izzdin Idrus. saat dikofirmasi, sejauh ini mereka tidak mempermasalahkan hal itu. “Kalau infomasinya di Jakarta kita sudah tau, dan itu tidak kami permasalahkan,” kata Izzdin Idrus.

Namun menurut, Izzdin Idrus saat ini KPU ini melakukan pemanggilan bagaimana teknis debat nanti. “Saat ini kita belum panggilan rapat membicarakan teknis-teknisnya, bagaimana teknisnya debat kedua kandidat kedua,” ujarnya.

Pakar Politik Universitas Bosowa (Unibos) Makassar Arief Wicaksoni menuturkan, dengan lokasi debat di luar Sulsel justru malah akan menggunakan anggaran lebih banyak. Alasannya, lantaran adanya perbedaan harga yang ada di Jakarta denga di Sulsel. Belum lagi, apabila kandidat membawa tim untuk ikut serta.

“Menurut saya kalau di Jakarta penyelenggaraan debat kedua ini justru akan lebih banyak anggaran digunakan, meskipun menurut KPU, tidak menanggung biaya transport dan akomodasi paslon dan timnya,” kata Arief.

“Tapi tetap saja akan ada extra budget untuk itu, karena sudah pasti adanya perbedaan harga sewa tempat sekaligus pengadaan host / panelis yang ada di Makassar dengan Yang ada di Jakarta,” lanjutnya.

Tetapi memang, lanjut Arief, kecuali KPU telah merincikan segala hal yang dibutuhkan pada sesi debat kedua nanti dengan baik. Yang tentunya pemilihan Jakarta sebagai lokasi kedua telah melalui sejumlah pertimbangan.

“Kecuali dalam perencanaan anggarannya, KPU memang memasukkan Jakarta, sebagai lokasi debat ke-dua dalam rinciannya,” jelas Arief.(yad/isk/rul/D)


div>