SABTU , 23 JUNI 2018

Debat Kandidat, Siapa Jago?

Reporter:

Suryadi - Iskanto

Editor:

asharabdullah

Senin , 12 Maret 2018 15:30
Debat Kandidat, Siapa Jago?

Dok. RakyatSulsel

– Menguji Kualitas Cakada

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Seluruh program Pasangan Calon (Paslon) yang bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), akan diadu dalam Debat Kandidat. Siapakah yang programnya paling menjanjikan untuk masa depan Provinsi Sulsel?

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar dan KPU Sulsel telah menetapkan jadwal debat kandidat. Ketua KPU Kota Makassar, Syarif Amir, mengungkapkan, sesuai jadwal yang telah disusun KPU, debat kandidat dua paslon yang bertarung di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar akan dilaksanakan di Hotel Clarion Makassar, 16 Maret mendatang. Pelaksanaan debat kandidat akan berlangsung pada malam hari, untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi.

“Jadwal KPU sudah siap, tahap pertama debat kandidat Pilwalkot Makassar akan digelar tanggal 16 Maret di Hotel Clarion,” ujarnya, saat dikonfirmasi via seluler Minggu (11/3) kemarin.

Tak hanya itu, Syarif menuturkan, jumlah massa dukungan serta tim yang akan masuk di ruangan debat akan dibatasi. Namun, akan dibahas bersma tim LO kandidat.

“Pelaksanaan debat antarpasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar akan berlangsung selama tiga kali. Untuk tahapan kedua dan ketiga, kemungkinan akan berlangsung pada bulan April dan Mei. Mengingat, saat ini belum ada jadwal pasti debat tahapan berikutnya,” ungkapnya.

Ditambahkan, KPU Kota Makassar telah memperoleh nama-nama calon panelis dan moderator debat calon wali kota dan wakil wali kota pada tanggal 16 Maret mendatang. Para panelis yang hadir berasal dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda dari PTN/PTS Lingkup Makassar, yang menyatakan kesediaan hadir.

Adapun panelis yang disiapkan antara lain, Prof Muin Fahmal (Guru Besar Fakultas Hukum UMI), Dr Ramli AT (Sosiolog Perkotaan Unhas), Ir Lambang Basri MT (Ahli Transportasi), dan Moderator Dr Iklbal Sultan (Kepala Departemen Ilmu Komunikasi Unhas).

“Untuk tema debat, masih mau rapat panelis dengan moderator dan teman-teman di KPU. Tapi topik besarnya adalah kaitan dengan pemerintahan, layanan publik, infrastruktur, transportasi, dan sosial perekonomian perkotaan,” jelas Syarif.

Sekadar diketahui, debat kandidat akan diikuti oleh dua paslon, yakni Moh Ramdhan” Danny” Pomanto – Indira Mulyasari (DIAmi) yang maju melalui jalur independen, dan Munafri Arifuddin – Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) melalui jalur partai politik dengan usungan sepuluh partai yakni NasDem, Golkar, PDIP, Gerindra, Hanura, PKB, PPP, PBB, PKS, dan PKPI.

Terpisah, Kepala Hubungan Teknis dan Partisipasi Masyarakat KPU Sulsel, Ismail Masse, mengungkapkan, debat kandidat cagub dan cawagub Sulsel akan digelar sebanyak tiga kali. Yaitu pada tanggal 29 Maret, 19 April, dan 9 Mei mendatang.

“Jadwal sudah ada, tetapi soal lokasi belum ditentukan. Karena sesuai mekanisme, harus dilakukan tender. Yang pasti di Makassar dan di Jakarta,” ujar Ismail.

Adapun materi dalam debat kandidat itu, yakni mengenai pembangunan beriorentasi pada ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan rakyat, peningkatan pelayanan publik sosial, berkeadilan, dan bermartabat, serta penguatan kearifan lokal yang memperkokoh ideologi bangsa NKRI. Sedangkan, tema debat kandidat pertama berupa pembangunan berwawasan lingkungan yang berorientasi pada pemerataan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

“Debat kandidat kedua soal peningkatan pelayanan publik dan pelayanan sosial yang berkeadilan dan bermartabat. Sedangkan debat kandidat ketiga, penguatan kearifan lokal yang memperkokoh ideologi bangsa dan NKRI,” lanjutnya.

Komisioner KPU Sulsel, Khaerul Mannan, menambahkan, pakar atau panelis diminta merancang garis besar isu dan dan pokok persoalan pada debat kandidat. Untuk masing-masing tema debat dibutuhkan setidaknya enam hingga tujuh pakar, berasal dari berbagai perguruan tinggi di Makassar. Selain itu, KPU juga meminta pandangan kepada tokoh agama, budayawan, dan aktivis di berbagai bidang.

“Kita sementara mengidentifikasi orang-orang yang dianggap pantas sebagai panelis. Ada beberapa nama, tapi belum ditetapkan siapa saja,” kata Khaerul.

Menanggapi debat yang akan digelar KPU, pakar politik Unhas Makassar, Adi Suryadi Culla, mengingatkan penyelenggara agar tetap memperhatikan keamanan demi jalannya kegiatan efektif dan efisien. Penyelenggara dalam hal ini KPU, harus mengantisipasi sejak dini efek yang mungkin terjadi.
Menurutnya, setiap debat kandidat selalu terjadi gesekan antara pendukung. Baik di dalam gedung maupun di luar gedung, sehingga dibutuhkan perhatian khusus. “Hal ini tak bisa diabaikan,” pungkasnya.

Sementara, Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Syahrir Karim, menilai, debat kandidat menjadi tolak ukur seberapa kuat gagasan dan ide para kandidat apabila terpilih nantinya. Dari situlah masyarakat dapat menilai siapa kandidat yang benar-benar punya visi misi yang prorakyat dan bukan hanya sekadar wacana saja.

“Saya kira debat ini penting dalam demokrasi elektoral. Sebab disinilah adu wacana dan gagasan para kontestan akan dilihat oleh pemilih secara transparan,” kata Syahrir.

Ia menjelaskan, debat kandidat bukan menjadi variabel utama dalam meningkatkan elektabilitas kandidat. Karena memang debat kandidat hanya sebatas mempertahankan argumen dan gagasan. Masyarakat tentunya melihat kandidat dari segi kefiguran serta pengalamannya dalam mengurus pemerintahan.

“Meskipun pengalaman selama ini, bahwa signifikansi pengaruh debat ini terhadap elektabilitas calon tidak begitu berpengaruh. Karena variabel keterpilihan ini sangat kompleks, tidak hanya pada debat,” terangnya.

Debat kandidat, lanjutnya, meskipun bukan penentu elektabilitas kandidat, tetapi menjadi salah satu tahapan melihat calon pemimpin yang visioner. Apalagi, debat kandidat menjadi salah satu tahapan yang wajib dilaksanakan dalam setiap perhelatan pesta demokrasi lima tahunan ini.

“Tapi, minimal bahwa tradisi debat ini patut diapresiasi sebagi langkah maju dalam berdemokrasi,” paparnya. (*)


div>