• Sabtu, 25 Oktober 2014
Iklan | Epaper | Redaksi | Citizen Report

Debat Kandidat

Kamis , 10 Januari 2013 10:18
Total Pembaca : 420 Views

Baca juga

HARI ini, Kamis, 10 Januari 2013, rencananya tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel akan dipertemukan dalam debat kandidat yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel. Debat digelar di gedung Celebes Convention Centre (CCC), Jl Tanjung Bunga, Makassar, siang ini.

Debat kandidat ini sebagai fase penajaman visi-misi. Bisa saja, debat kandidat ini akan menarik, mengusik, menggelitik, memikat, menjerat, menghipnotis kesadaran rakyat. Atau, justru biasa-biasa saja, tanpa sesuatu yang baru, kecuali saling serang, saling mengungkap plus-minus, positif-negatif, kelebihan-kekurangan, kebaikan-keburukan, kekuatan-kelemahan.

Sebenarnya, dampak debat kandidat ini lebih untuk menggaet massa mengambang. Masa yang bukan fanatik figur. Namun, calon pemilih yang akan menjatuhkan pilihannya berdasarkan visi dan misi para calon. Karena, bagi massa yang fanatik, tidak memerlukan debat kandidat. Apapun programnya, massa fanatik ini akan mendukung calonnya, tanpa tergeser oleh program-program yang ditawarkan calon lain.

Debat kandidat ini, lebih untuk meraup suara mengambang (swing voters atau floating mass). Siapa saja mereka? Yaitu, konstituen partai atau masyarakat yang tidak terikat sama sekali dengan stempel fungsionaris atau struktural partai. Kecenderungan floting mass ini hanya sekadar ikut-ikutan “meramaikan”, bukan kader, bukan pula suport sistem, karena cuma ikut trendi. Tingkat panatisme mereka terhadap kandidat sangat rendah. Lain halnya dengan kader partai yang secara ideologis tentunya sangat antusias, ambisius, panatik dan taklik terhadap kandidat yang diusung partainya.

Karena mengambang, maka mudah terbawa arus. Keberadaan massa mengambang (swing voters) yang tidak berafiliasi kepada partai politik (parpol) sangat mungkin akan menjadi penentu di Pilgub Sulsel ini. Apalagi, berdasarkan survei, massa mengambang di Sulsel saat ini masih ada di kisaran 10-20 persen.

Massa mengambang muncul karena banyak faktor. Di antaranya, belum adanya figur yang bisa memikat hatinya. Bila ada incumbent yang maju kembali, massa ini masih berpikir, apakah incumbent selama berkuasa membawa perubahan?

Massa mengambang juga terjadi karena masih melihat visi dan misi para kandidat. Mereka tidak melihat figur dari asal parpolnya atau parpol-parpol pendukungnya, namun dari visi-misi dan figur sang kandidat. Dan ini, akan dilihat dan ditentukan saat debat kandidat yang akan berlangsung hari ini.

Ada dua hal yang sangat menentukan pasangan calon dalam Pemilukada. Pertama, kemampuan mereka mendekati massa mengambang. Untuk mendekati kelompok tersebut, para kandidat bisa memaparkan program yang terukur. Siapa pun yang bisa buat program kerja secara terukur akan bisa mendulang suara. Dan bagi incumbent yang memang cukup berhasil, biasanya akan memudahkannya meraup dukungan dengan memaparkan pencapaian-pencapaian programnya.

Kedua, bagaimana para calon mendekati komunitas warga. Entah pendekatan primordial, etnis, maupun agama.

Pilkada Sulsel itu sebagai class of the titans atau pertarungan para raksasa. Selain incumbent, kandidat lainnya pun sudah sangat dikenal masyarakat Sulsel.

Bagi pasangan calon yang mampu menggarap kelompok (massa mengambang) ini kemungkinan besar akan keluar sebagai pemenang. Persoalannya adalah bagaimana mereka mampu “memancing” massa mengambang ini? Nah, salah satunya, ya dengan memaparkan program-program, visi dan misi, yang jelas dan bukan mengambang setinggi langit namun sulit terealisasi. Artinya, siapa yang bisa menguasai forum debat kandidat hari ini, dialah yang bisa berpeluang meraup swing voters.

Kita berharap, debat nanti semangatnya ya menggali visi misi calon, dan menakar kemampuan ketiga pasangan dalam memecahkan isu utama yang jadi perhatian masyarakat Sulsel, seperti seputar lingkungan, transportasi, ekonomi, kesejahteraan rakyat, tata kelola pemerintahan, birokrasi, sosial, politik dan keamanan.

Debat ini juga diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi masyarakat Sulsel dalam memilih calon gubernur yang sesuai dengan kemampuannya. (*)