KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Debat Ketiga di Jakarta, 180 Menit Bahas Kearifan Lokal

Reporter:

Suryadi - Iskanto - Al Amin

Editor:

asharabdullah

Selasa , 08 Mei 2018 11:51
Debat Ketiga di Jakarta, 180 Menit Bahas Kearifan Lokal

Suasana Debat kandidat kedua Pilgub Sulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel telah menetapkan jadwal untuk menggelar debat publik ketiga Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018, pada 9 Mei mendatang di Jakarta. Humas KPU Sulsel, Asrar Marlang, mengatakan, debat publik ketiga disiarkan langsung oleh stasiun televisi nasional, TVRI. Stasiun ini dipilih dengan pertimbangan jangkauan siaran yang luas.

“Debat kembali digelar di Jakarta tanggal 9 Mei. Temanya, penguatan kearifan lokal untuk memperkokoh keutuhan NKRI,” kata Asrar, Senin (7/5).

Dia mengatakan, alasan digelar debat di ibukota, untuk efisiensi anggaran. Pengeluaran bisa lebih ditekan dibanding mendatangkan perangkat siaran di Makassar.

Asrar mengungkapkan, debat publik ketiga kemungkinan akan jadi debat dengan biaya termurah. TVRI mematok harga Rp 183 juta.

“Ongkos itu disebut lebih rendah dibandingkan penyelenggaraan debat sebelumnya. Sesuai permintaan TVRI Pusat itu Rp 183 juta,” katanya.

Debat publik ketiga Pilgub Sulsel, tetap diikuti empat pasangan kandidat, yakni Nurdin Halid – Aziz Qahhar Mudzakkar (NH – Aziz), Agus Arifin Nu’mang – Tanribali Lamo (Agus – TBL), Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman (NA – ASS), dan Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL – Cakka).

“Untuk diketahui, debat ketiga juga dibatasi tim yang masuk di ruangan. Selain itu, ongkos ditanggung sendiri,” ungkapnya.

Kepala Sub Bagian Teknis KPU Sulsel, Muh Asri, menambahkan, debat publik ketiga Pilgub Sulsel, di Jakarta tanggal 9 Mei, durasinya akan berlangsung selama tiga jam atau 180 menit. Durasi debat terakhir kali ini, boleh dibilang lebih lama jika dibandingkan dengan dua debat publik sebelumnya. Di mana pada debat perdana dua jam 30 menit, dan debat kedua hanya satu jam 30 menit saja.

“Kami yang minta tiga jam, dan mereka (TV) menyanggupi itu. Pak Faisal sudah di Jakarta untuk membahas teknis-teknis debatnya,” ujar Asri.

Menurutnya, dengan durasi waktu yang cukup lama itu, program kandidat akan dikupas lebih dalam lagi. Tentunya, tidak lepas dari tema debat publik ketiga.

“Durasi ini juga berdasarkan atas evaluasi debat-debat sebelumnya,” katanya.

Sementara soal pengamanan, kata Muh Asri, akan kembali ditangani oleh Polda Metro Jaya seperti pada debat sebelumnya.

“Tinggal Polda Sulsel yang koordinasikan dengan Polda Metro Jaya,” imbuhnya.

Dikonfirmasi, Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid, mengaku sangat siap beradu gagasan dalam debat publik putaran ketiga di Jakarta pada 9 Mei. Menurutnya, tak ada persiapan khusus. Meski demikian, ia yakin program yang diusungnya sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat Sulsel.

“Karena debat adalah bagian dari upaya untuk meyakinkan masyarakat Sulsel. Apalagi visi misi NH – Aziz paling pantas diterima masyarakat,” kata NH.

Beda dengan NH yang tanpa persiapan khusus, Agus Arifin Nu’mang dan Tanribali Lamo (Agus – TBL) berusaha untuk tidak terlihat gegabah, atau kalah saing. Baik dari segi public speaking, maupun gagasan tentang tema. Agus melalui juru bicaranya, Andry Arif Bulu mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk berkoordinasi dengan para partai pengusung.

“Bukan hanya partai, kita juga koordinasi dengan tim pakar yang telah kita mantapkan, dan Pak Agus serta Pak Tanribali sudah berada di Jakarta hari ini,” kata Andry, dikonfirmasi terpisah.

Andry menegaskan, paslon jagoannya siap 100 persen. “Insya Allah performance Pak Agus dan Pak Tanribali akan tampil rileks. Beliau berdua sudah sangat siap mengikuti debat sesi ini,” ujarnya.

Sementara, pasangan nomor urut 4, Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL – Cakka) mengakui, memang masih ada sedikit kekurangan pada pelaksanaan debat sesi sebelumnya. Namun kedepannya, pasangan yang dikenal komitmen, tegas dan merakyat ini akan lebih mengoptimalkan pada debat berdasarkan dengan tema yang telah ditentukan.

“Kekurangan pasti ada. Tapi secara keseluruhan, bagi kami debat kemarin cukup baik dan menarik. Mungkin kedepan penguatan tema atau pembahasan materi yang lebih spesifik lagi,” kata Juru Bicara IYL – Cakka, Henny Handayani.

Untuk persiapan pada debat kedua nanti, kata Henny, pasangan IYL – Cakka tidak memiliki persiapan khusus sama sekali. Karena memang, IYL – Cakka adalah dua calon pemimpin yang telah matang dalam segi pemahaman materi program yang akan diperdebatkan nantinya.

“Kalau soal persiapan khusus, sangat bergantung pada model dan format yang disiapkan oleh TV. Seperti Kompas kemarin ada sesi perfom. Ya pasti paslon harus menyiapkan itu,” pungkasnya. (*)


div>