MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Dekan FDK UIN Alauddin Bantah Khutbahnya Titipan

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 26 Juni 2017 14:01
Dekan FDK UIN Alauddin Bantah Khutbahnya Titipan

Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto (tengah) saat menghadiri Salat Idul Fitri di Lapangan Karebosi Makassar, Minggu (25/6). foto: muh alief/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Khutbah yang disampaikan khatib atau penceramah di Lapangan Karebosi dalam perayaan Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah, Minggu (25/6) kemarin, yang sebagian dinilai warga merupakan titipan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar ditangapi langsung sang khatib Abdul Rasyid Masri.

Rasyid, Senin (26/6), mengakui, isi khutbah Salat Id yang dibacakan tak bermuatan politik. Apalagi titipan pemerintah.

Rasyid mengatakan, ceramah yang disampaikan merupakan keberhasil Kota Makassar saat ini dengan sejumlah program yang ada.

Rasyid bahkan meminta masyatakat harus bersinergi dengan pemerintah untuk mendukung program ke masyarakatan di bawah kepemimpinan Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, seperti Program Jaga Anak Ta, tarwih berjemaah, gerakan Salat Subuh dan buka puasa bersama 5.000 anak yatim, sebagai upaya memperbaiki ahlak manusia yang menyimpang, seperti begal, geng motor hingga narkoba.

“Ini murni ceramah saya, tidak ada hubungan dengan politik. Harusnya masyarakat mendukung program yang baik untuk kemajuan masyarakat,” kata Rasyid.

Rasyid Masri yang juga merupakan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar ini, memaklumi jika ada sebagian orang yang mengkritik isi ceramahnya, tapi memberi apresiasi juga luar biasa banyaknya.

“Sebagai seorang akademisi tentu harus berfikir kritis dan konstruktif, program yang baik untu rakyat kita dukung, sementara yang tak berpihak kita kritisi, ” tutup Rasyid.

[NEXT-RASUL]

Sebelumnya, Kapten PSM Makassar, Hamkah Hamzah mengakui, tak kecewa atas penyampaian khatib Abdul Rasyid Masri dengan melihat kinerja Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, menjadikan kota ini dua kali tambah baik, lebih maju saat perayaan Idul Fitri di Lapangan Karebosi.

“Tidak ji. Karena urusan masing-masing orang mau dengar khotbah atau tidak,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, saat itu ia menulis pada media sosial Twetter-nya. Ia katakan memang langsung tinggalkan tempat tersebut.

“Itu saya tulis di Twetter saja yang saya balas salah satu akun. Kalau komen ke wartawan tidak. Namanya juga wartawan, sembarang dia cari berita,” terang kapten PSM Makassar ini.

Terkait hal tersebut, Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menyampaikan, permohonan maaf lahir bathin kepada seluruh masyarakat Makassar. Jika selama memimpin kota ini pernah ada salah-salah kata. Apalagi, masih banyak harapan warga yang belum terpenuhi secara maksimal, atapun perbuatan yang secara tidak sengaja menyakiti pihak- pihak tertentu.

“Saya atas nama pemerintah kota Makassar dan secara pribadi mewakili segenap keluarga kami menghaturkan minal aidin wal faidzin, maaf lahir bathin. Semoga kita semua senantiasa dalam rahmat Allah, SWT, dan berharap kita kembali dipertemukan dengan lebaran tahun depan,” ujar wali kota berlatar belakang arsitek ini. (***)


div>