SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Dekopin Akan Jadikan BULo Percontohan Nasional

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Jumat , 14 Juli 2017 12:08
Dekopin Akan Jadikan BULo Percontohan Nasional

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto saat meninjau Badan Usaha Lorong (BULo), di Lorong Lompobattang, Kelurahan Pisang Utara, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, beberapa hari lalu. foto: asep/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) akan menjadikan program Badan Usaha Lorong (BULo) sebagai percontohan produk koperasi baru di Indonesia.

Hal ini diungkapkan Ketua Dekopin Pusat, Nurdin Halid usai menggelar Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-70 di Lapangan Karebosi, yang dihadiri Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), Rabu (12/7).

“Dekopin akan jadikan model di seluruh Indonesia,” kata Nurdin Halid diberitakan Rakyat Sulsel, Jumat (14/7).

Menurut dia, program BULo yang digagas oleh Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto merupakan usaha kebersamaan yang sangat luar biasa manfaatnya bagi masyarakat. Apalagi, jika bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disampaikan Jokowi diperjuangkan turun hingga 7 persen di tahun 2018 mendatang.

“Ini BULo adalah usaha rakyat yang sangat luar biasa. Nanti kita agunkan dengan KUR. Dengan KUR 7 persen, maka BULo akan semakin berkembang,” sebut Nurdin.

Untuk itu, sebagai wadah pengembangan BULo, Dekopin berencana akan membentuk Rumah Koperasi se Sulsel dan utamanya di Makassar. Rumah koperasi ini salah satunya yang akan mewadahi BULo. Kata Nurdin, nantinya menjadi wadah pemasaran hasil produksi masyarakat di lorong-lorong.

“Nanti ada wadah, kita siapkan pendamping untuk mendampingi mereka dalam menciptakan wadah pemasaran sehingga kalau produksi sudah ada pikirkan,” terangnya.

[NEXT-RASUL]

Lebih lanjut, keberadaan BULo saat ini diakui tidak begitu membutuhkan kredit karena pengembangan hanya membutuhkan semangat kegotongroyongan masyarakat.

“Ini usaha hanya menaman cabe dan sayur mayur. Tapi hasilnya itu sangat luar biasa untuk masyarakat, baik untuk meningkatkan pendapatan atau lapangan kerja dan menekan angka kemiskinan,” tambah Nurdin. (***)


div>