JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Dekranasda Sulsel Usung Amazing Toramasa di IMF Expo 2018

Reporter:

Editor:

Lukman

Rabu , 03 Oktober 2018 22:22
Dekranasda Sulsel Usung Amazing Toramasa di IMF Expo 2018

int

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulsel, ikut serta dalam Indonesia Moslem Fashion (IMF) Expo 2018, yang digelar di Plaza Pameran Kementrian Perindustrian, Jakarta, 1 – 6 Oktober 2018. Kali ini, Dekranasda Sulsel menampilkan pakaian-pakaian muslim berbahan sutera, dengan mengusung tema Toramasa (Toraja Mamasa).

Ketua Dekranasda Sulsel, Liestiaty F Nurdin, mengatakan, ke depan Indonesia bisa saja menjadi kiblat di dunia fashion. Semuanya tergantung dari desain-desain yang dihasilkan oleh desainer kita.

“Sulsel misalnya, kita punya sutera. Dan sutera Sulsel kualitasnya tidak kalah,” kata Lies, Rabu (3/10).

Ia menuturkan, pada pelaksanaan IMF Expo 2018 tersebut, Dekranasda Sulsel menggandeng desainer dengan brand Adhy & Alie, atau dikenal dengan AA Boutique. Ke depannya Lies berharap, selain sutera, hasil tenun Sulsel lainnya juga bisa ikut serta dalam acara serupa.

“Sebelumnya, kami di Dekranasda Sulsel sempat berkunjung ke Kementrian Perindustrian, dan pihak kementrian sangat mengapresiasi kualitas dari sutera Sulsel. Dan meminta untuk kami ikut serta dalam acara ini,” ujar istri Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah ini.

Diketahui, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, secara resmi membuka acara ini, Senin (1/10) lalu. Airlangga menyampaikan, industri fesyen termasuk salah satu kategori kelompok industri strategis dan prioritas nasional.

“Selain itu, industri fesyen juga menjadi penghasil devisa dengan nilai ekspor sampai dengan Juli 2018 mencapai USD 8,2 miliar dengan nilai pertumbuhan ekspor 8,7 persen,” katanya.

Ditambahkan Menperin, dengan kemampuan tersebut, produk fesyen tanah air mampu menguasai 1,9 persen fesyen dunia.

“Pencapaian ini harus terus ditingkatkan sehingga market share fesyen meningkat yang tentunya akan memperbesar kontribusi sektor fesyen terhadap perekonomian nasional,” ungkap Airlangga.

Airlangga menjelaskan, saat ini pasar produk fesyen muslim semakin terbuka luas seiring meningkatnya jumlah penduduk muslim di Indonesia dan dunia. Global Islamic Economy memprediksi pertumbuhan pasar fesyen muslim dunia pada tahun 2020 mencapai USD 327 miliar.

“Indonesia memiliki peluang menjadi kiblat fesyen muslim dunia,” terang Airlangga. (*)

 


div>