SABTU , 21 APRIL 2018

Delapan Perangkat Desa Bontoloe di Sidang di Pengadilan Tipikor Makassar

Reporter:

Supahrin

Editor:

Lukman

Kamis , 22 Februari 2018 23:00
Delapan Perangkat Desa Bontoloe di Sidang di Pengadilan Tipikor Makassar

Saks kasus korupsi dana desai di sidang di Pengadilan Tipikor Makassar, Kamis (22/2).

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Desa Bontoloe Abdul Rajab Daeng Rombo, bersama anaknya Abd Wahid, diduga melakukan korupsi dana desa tahun 2015 dan ditahan sejak 15 Desember 2017 lalu.

Menurut Kasipidsus Kajari Takalar, Zen Hadianto, sekarang sudah masuk tahap pemeriksaan saksi, sehingga ada delapan perangkat desa, kepala dusun dan tukang yang di sidang di pengadilan Tipikor Makassar, Kamis (22/2).

Pada saat proses persidangan berlangsung, terungkap fiktif dalam laporan pertanggungjawaban dana Desa pada tahun 2015 lalu. Dimana dilaporkan dalam Lpj-nya pembangunan lapangan Takraw sementara faktanya tidak ada yang dibangun.

Selain itu pembuatan drainase yang dibangun satu sisi saja. Sisi satunya sudah ada sebelumnya dan hanya ditempel plesteran. Sementara di-Lpj-nya dia pertanggungjawabkan pembuatan baru drainase. Ironisnya lagi, kepala desa dan mantan bendahara diduga telah melakukan pemalsuan tanda tangan Kaur Pembangunan (Kardisal).

“Kedua tersangka diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dan telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 98.700.000 juta. Hal ini berdasarkan dengan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) dan terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara,” jelas Zen Hadianto. (*)

 


div>