RABU , 22 AGUSTUS 2018

Demi Adipura, Danny Percepat Pengerjaan TPA Antang

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 18 April 2016 11:30
Demi Adipura, Danny Percepat Pengerjaan TPA Antang

foto: md fajar/rakyatsulsel. Walikota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto,

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto menyatakan, pihaknya menargetkan untuk meraih Adipura tahun depan. Untuk itu, Danny optimitis pengerjaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Antang dapat dipercepat dan  diselesaikan bulan ini.

Ia menyebutkan, salah satu penilaian untuk memperoleh piala Adipura adalah TPA. “Kita target Adipura, dan TPA merupakan yang terpenting. Itu penilaian terbesar. TPA harus sudah menggunakan sistem control landville,” jelasnya saat ditemui dalam lepas sambut Kapolda Sulselbar di Four Points By Sheraton, beberapa waktu yang lalu.

Untuk pembangunan TPA dengan sistem control landville atau TPA bintang lima, lanjut Danny, progresnya sudah berjalan sesuai dengan rencana dan paling lambat diselesaikan bulan ini.

Sebelumnya, Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Sulsel, Andi Hasbi Nur, menjelaskan, perolehan Adipura kabupaten/kota di Sulsel 2015 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

“Bukan karena menurun kinerjanya. Sebenarnya ada 18 kabupaten/kota yang bisa raih adipura tahun ini. Tapi permasalahannya dari pusat sudah mewajibkan UU 18 tentang pengelolaan sampah,” ujarnya.

Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa semua tempat pembuangan akhir (TPA) harus dikelola dengan sistem landville, hal itulah yang menjadi kendala perolehan adipura.

[NEXT-RASUL]

Ia menuturkan, dari 18 kabupaten/kota yang seharusnya bisa meraih adipura hanya 10 yang masuk, selebihnya gagal.

Sebelumhnya, Tim Dewan Pertimbangan Adipura mengagumi perubahan-perubahan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar dalam mengelola TPA Antang Makassar.

“Bagus, pengelolaan TPA Makassar sekarang jauh lebih baik. Apalagi sekarang sudah ada tempat-tempat pengolahan untuk sampah organik dan non organiknya,” ujar Ketua Tim Dewan Pertimbangan Adipura Sri Bebassari.

Dia mengatakan, perubahan mendasar yang dilakukan pemerintah kota ini telah mampu mengolah sampah-sampah organik dan non organik seperti adanya tempat pengolahan komposnya.

Menurut Sri, dengan hadirnya sistem pengolahan sampah organik menjadi kompos, merupakan indikator semakin baiknya pengelolaan persampahan di TPA Antang.

Wanita yang pernah menjadi bagian dalam penyusunan Undang-Undang Nomor 18 tentang Pengelolaan Sampah ini meminta Pemkot Makassar agar terus melakukan optimalisasi penanganan masalah persampahan di kota Makassar.

[NEXT-RASUL]

Tidak hanya peningkatan dari sektor pendanaan tetapi Pemkot harus senantiasa memberikan sosialisasi dalam peningkatan kesadaran masyarakat untuk peduli kebersihan.

“Penanganan masalah persampahan membutuhkan dana yang sangat besar yang harus didukung oleh Pemerintah dan terlebih penting adalah menciptakan kesadaran masyarakat,” ungkapnya. (ril/D)


Tag
div>