JUMAT , 17 AGUSTUS 2018

Demi Rastra Bagi Warga Miskin, TP Harus Jalani Sidang

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Senin , 25 Juni 2018 23:51
Demi Rastra Bagi Warga Miskin, TP Harus Jalani Sidang

int

– Saksi Mengaku Tak Ada Ajakan Pilih Paslon, Tim TP: Jadi Apa yang Dilanggar?

PAREPARE, RAKSUL.COM– Niat Wali Kota Parepare, Taufan Pawe (TP) untuk membantu masyarakat Parepare, khususnya yang kurang mampu agar tetap mendapatkan Rastra 15 kg gratis dan disalurkan dengan baik, harus mengantarnya ke persidangan.

TP dijegal oleh rivalnya sendiri, Faisal A Sapada (FAS) yang mempermasalahkan program Rastra, hingga TP harus didiskualifikasi sebagai paslon, sebelum akhirnya MA menyatakan TP tidak bersalah sehingga harus dikembalikan sebagai paslon.

Namun tidak berhenti sampai di situ, karena Panwaslu Parepare, selain merekomendasikan diskualifikasi ke KPU, juga pidana ke Polres Parepare.

Sidang kasus pidana Rastra ini yang bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Parepare, yang mendudukkan TP di kursi persidangan.

Dalam sidang lanjutan, Senin, 25 Juni 2018, menghadirkan beberapa saksi, termasuk FAS, tidak ada satupun saksi yang menguatkan ada pelanggaran dalam kasus ini.

FAS mengaku, tidak dirugikan oleh program Rastra, hanya pemanfaatan program berupa pembagian Rastra itu yang merugikannya sebagai paslon.

FAS mengungkap, elektabilitasnya sebagai paslon berdasarkan survei internalnya turun 3-4 persen, setelah penyaluran Rastra pada Januari 2018.

Namun pada Januari 2018, belum ada satupun paslon ditetapkan KPU, nanti pada 12 Februari 2018, baru penetapan paslon.

Sementara tim survei FAS baru turun setelah penetapan paslon pada Februari, itu pun hasilnya belum bisa dipertanggungjawabkan secara akademik karena tidak dipublikasikan secara umum atau terbuka. “Penurunan survei kami, dari 35 persen menjadi 32 atau 31 persen. Tapi tidak pernah diumumkan di media,” ungkap FAS di persidangan.

Pernyataan FAS ini kontradiktif dengan saksi pelapor yakni Abdul Rasak Arsyad yang notabene adalah tim FAS, bahwa dia tidak tahu siapa yang diuntungkan dan siapa dirugikan, hanya dia mempermasalahkan tenggat waktu sebelum penetapan paslon.

Sementara saksi-saksi lainnya dalam persidangan seperti penerima Rastra, Rusman, penyalur Rastra, Lasenang, Muh Langka, dan Indah tidak ada satupun menyebut dalam penyaluran Rastra itu ada ajakan atau arahan memilih salah satu paslon. Penyalurannya normatif dan sesuai ketentuan.
 
Menyikapi keterangan saksi di persidangan, tim TP justru balik mempertanyakan, lantas apa yang dilanggar TP dalam kasus ini.

“Sebenarnya sudah jelas, apa yang dilanggar dalam kasus ini? Tidak ada kan. MA saja sudah putuskan Pak TP tidak bersalah,” kata Sekretaris Tim Pemenangan TP, Hamran Hamdani.

“Tapi biarkanlah sidang berjalan dengan baik, kami sabar saja, karena mungkin ini sudah kezaliman yang terstruktur dan semoga ada hikmah bagi kami dari proses ini kemudian,” tandas mantan Ketua KPU Parepare ini. (*)


div>