SELASA , 11 DESEMBER 2018

Demi Tanah Satu Hektar, Anak Seret Ibu Kandung ke Pengadilan

Reporter:

Editor:

hur

Rabu , 09 September 2015 15:19

MALILI, RAKYATSULSEL.COM – Sungguh tega Misna (50) melaporkan ibu kandungnya sendiri, Masita (85) ke polisi demi satu hektar tanah yang mereka sengketakan.

Kini, sang ibu yang renta duduk sebagai pesakitan dalam sengketa tanah yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Malili, Lutim.

Kasus ini bermula dari perebutan tanah bersertifikat atas nama Nuraini (almarhum) yang merupakan suami Masita. Misna mengklaim tanah seluas 1 hektar yang berada di Desa Mekarsari, Kecamatan Kalaena itu telah menjadi miliknya, karena ibunya Masita bersama keluarga lainnya, telah menjual lahan tersebut kepada dirinya.

Menurut Kamarul, salah seorang cucu Masita yang setia mendampingi sang nenek, tidak ada bukti jual beli di antara Misna dan Masita. “Katanya, Misna pernah beli tanah itu sama ibunya sendiri dan keluarganya, tetapi tidak pernah ada jual beli antar ibunya dan Misna,” kata Kamarul, Rabu (9/9).

Menurut Kamarul yang tak lain cucu dari Masita, perbuatan Misna yang masih merupakan tantenya, sangat tidak manusiawi. Hal tersebut harusnya bisa dibicarakan secara kekeluargaan tanpa harus melalui pengadilan.

“Sekarang apapun bisa dilakukan orang hanya untuk mencapai hasrat, tidak memandang itu adalah orang tuanya. Semua disikat!” ujar Kamarul dengan nada pilu melihat neneknya menjadi pesakitan.

Lebih parahnya lagi, kata dia, Misna melibatkan bahkan menyewa orang lain sebagai kuasa hukumnya untuk memenjarakan ibu kandungnya sendiri.

Kamarul mempertanyakan surat laporan Misna ke kepolisian yang ditembuskan ke kecamatan dan desa. Menurut dia, ada beberapa kejanggalan dalam surat itu, termasuk terdapat perbedaan tanda tangan milik Misna.

“Sepertinya memang ada orang ketiga di balik semua ini, yang sengaja ingin menghancurkan keluarga kami,” ungkap Kamarul.


Tag
  • lutim
  •  
    div>