RABU , 23 MEI 2018

Demokrat Bakal Gelar Konvensi Capres Lagi?

Reporter:

Editor:

Lukman

Senin , 26 Februari 2018 20:00
Demokrat Bakal Gelar Konvensi Capres Lagi?

Ilustrasi

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Assegaf mengatakan, sejauh ini partainya belum memutuskan bakal mendukung siapa pun di Pilpres 2019.

Namun, Nurhayati mengatakan, partainya sangat menghargai dan membuka diri terkait ajakan berkomunikasi politik oleh partai lain. Dia mengatakan, Partai Demokrat akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 10-11 Maret 2018.

Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu akan mengundang dan berharap Presiden Joko Widodo bisa hadir di Rapimnas Partai Demokrat.

Dia mengatakan, output dari Rapimnas itu nanti sangat menentukan apakah Ketua Umum Partai Demokrat SBY sudah waktunya atau belum mendeklarasikan dukungan.

“Tentunya bapak ketum akan melihat dan semuanya akan dibicarakan di dalam Rapimnas nanti,” kata Nurhayati di gedung DPR, Jakarta, Senin (26/2).

Dia juga mengaku belum tahu apakah Partai Demokrat akan menggelar konvensi atau tidak untuk menjaring capres 2019.

Menurut dia, dulu Partai Demokrat menggelar konvensi karena belum mempunyai tokoh untuk dicalonkan sebagai presiden.

“Kali ini kami belum tahu apakah kami membuka konvensi. Karena hasil survei kami evaluasi,” katanya.

Anggota Komisi I DPR ini mengatakan, kalau Demokrat kembali menggelar konvensi nanti dikhawatirkan ada pihak yang kecewa.

Sebab, saat ini di Partai Demokrat sudah ada tokoh yang mendapatkan perhatian besar publik, yakni putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Karena kebetulan tokoh yang sekarang mendapat hati di publik adalah putra kandung Pak SBY. Jangan nanti jadi menjadi tidak baik. Jadi kita lihat saja nanti,” katanya.

Dia menegaskan di Partai Demokrat tidak ada kunci mengunci tokoh untuk diusung sebagai capres. Nurhayati membantah PD hanya memprioritaskan AHY.

Dia menegaskan, SBY memberikan kesempatan bagi siapa pun kader yang bagus. Misalnya kepada yang sudah menjadi gubernur dua periode seperti Soekarwo (Jawa Timur) dan TGB Zainul Majdi dan lainnya.

“Tapi kenyataannya yang masuk ke dalam ini, masih AHY. Tapi kan politik sangat dinamis. Hanya yang jelas kami menghargai semua yang sudah memberikan kepercayaan ke AHY mendapatkan tempat sebagai capres dan cawapres di survei,” pungkas Nurhayati. (jpnn)


div>