• Kamis, 17 April 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

Demokrat Dominasi Kampanye AMAN

Ilham Ikut Kampanye Di Takalar

Minggu , 30 September 2012 18:20
Total Pembaca : 453 Views
Ketua DPD Demokrat Sulsel Ilham Arief Sirajuddin ikut mengkampanyekan pasangan Andi Makmur Sadda-Nashar Andi Baso (AMAN) di Lapangan HM Dg Sibali, kemarin.

Baca juga

Ketua DPD Demokrat Sulsel Ilham Arief Sirajuddin ikut mengkampanyekan pasangan Andi Makmur Sadda-Nashar Andi Baso (AMAN) di Lapangan HM Dg Sibali, kemarin.

TAKALAR – Kampanye akbar pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati  Takalar nomor urut 6, Andi Makmur Sadda-Nashar Andi Baso (AMAN), kemarin (29/9) didominasi juru kampanye dari partai Demokrat Sulsel. Hadir menjadi juru kampanye AMAN ini, seperti; Anggota DPR-RI dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat H Qomar dan Reza Ali. Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel, Ilham  Arief Sirajuddin, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel dari partai Demokrat, Andry Arief Bulu dan Irwan Patawati, Pengurus DPD Partai Demokrat Sulsel, Ramli Haba serta Anggota DPRD Sulsel dari partai Demokrasi Kebangsaan (PDK).

Sekedar diketahui, Pasangan AMAN diusung empat partai; Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), dan Partai Demokrat. Dalam kampanye tersebut, dari seluruh jurkam  diberikan kesempatan melakukan orasi politik, wakil dari PDK diberikan kesempatan untuk berorasi di akhir acara.

Jurkam dari Partai Demokrat H Qomar, Reza Ali dan Ilham Arief Sirajuddin, selain mengkampanyekan pasangan AMAN di Takalar, juga meminta kepada masyarakat Takalar untuk mendukung Bakal Calon Gubernur Sulsel dari Partai Demokrat, Ilham Arief Sirajuddin dan Aziz Qahhar Mudzakkar (IA).

“Jika bupatinya Takalar dari Partai Demokrat, presidennya juga dari Partai Demokrat, maka gubernurnya juga mesti dari Partai Demokrat. Insya Allah jika Ilham jadi Gubernur Sulsel, Andi Makmur jadi Bupati Takalar maka anggaran dari pusat itu akan mengalir dengan mulus ke Takalar,” ungkap Anggota Komisi X DPR-RI, H Qomar saat memberikan orasi politik di hadapan pendukung AMAN di Lapangan HM Daeng Sibali.

Calon Bupati Takalar periode 2012-2017, Andi Makmur Sadda mengatakan, dalam dirinya mengalir darah pejuang. “Takalar itu dikenal dengan kota pahlawan di Sulsel. Olehnya itu, saya ingin mengembalikan cita-cita perjuangan para pejuang terdahulu untuk membangun Kabupaten Takalar,” terang Wakil Bupati Takalar dua periode ini.

Menurutnya, jika dia terpilih menjadi bupati, maka di Takalar ini akan lahir seorang pemimpin dari hati nurani rakyat. “Saya mau jadi bupati bukan untuk memperkaya diri, saya tidak terlalu menjanjikan sesuatu tetapi saya ingin memberikan segalanya dan yang terbaik bagi masyarakat. Insya Allah setelah pelantikan saya sebagai bupati, saya akan buktikan bahwa inilah pemimpin yang sudah lama dinanti-nanti,” katanya.

Pengamat politik dari Universitas Islam  Negeri (UIN) Makassar, Firdaus Muhammad,  mengatakan, kampanye di Takalar itu konteksnya berbeda dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel, tetapi tetap memiliki keterkaitan.

“Koalisi partai di Takalar bertujuan memenangkan kandidat yang mereka usung. Namun, dominasi Demokrat menunjukkan adanya upaya menaikkan popularitas Ilham. Tapi konsekuensinya jika kalah atau justru menang niscaya akan berdampak terhadap Calon Gubernur Sulsel dari Partai Demokrat,” ujar Firdaus.

Dikatakan Firdaus, dukungan dari Ilham Aziz (IA) selaku cagub tentunya berpengaruh terhadap pasangan AMAN, sebab IA telah dikenal masyarakat sehingga AMAN juga bisa meraup popularitas.

Sementara itu, pengamat politik Sulsel, Arief Wicaksono MA menegaskan, kepentingan Partai Demokrat sangat jelas dalam Pilkada Takalar. “Saya kira Partai Demokrat pasti sangat berkepentingan, terutama di level provinsi. Keterlibatan Partai Demokrat Sulsel dalam Pilkada Takalar ujungnya adalah mobilisasi dukungan untuk pilgub,” jelas Arief.

Masalahnya adalah, lanjut Arief, mekanisme mobilisasi dukungan partai saat ini sudah tidak lagi seperti dahulu. “Dulu, apa kata partai, itulah tindakan  pemilih,”singkatnya. (RS1/D)