JUMAT , 15 DESEMBER 2017

Demokrat: Kami Butuh Petarung

Reporter:

Iskanto

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 04 November 2017 10:33
Demokrat: Kami Butuh Petarung

Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Keputusan Partai Demokrat untuk berada di barisan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) menjadi kabar buruk bagi kandidat gubernur lainnya.

Wajar saja, selain punya basis grassroot, duet ini juga dikenal sebagai petarung. Sehingga jika berhadapan, pihak tertentu bisa panik. Hal ini jugalah yang membuat Demokrat jatuh hati kepada pasangan yang memiliki tagline Punggawa Maccaka tersebut.

Ketua Demokrat Sulsel, Ni’matullah menegaskan, sikap partainya mendukung Punggawa Macakka bukan tanpa alasan. Selain komitmen dan rekam jejak keduanya yang tidak diragukan, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini juga mencari figur petarung.

“Kami di Demokrat butuh ruang untuk bertarung. Dan IYL-Cakka adalah pilihan untuk bertarung. Posisi kita jelas di pilgub, bukan follower (penggembira),” tegas Ulla–sapaan akrab Ni’matullah saat memberikan dukungan melalui surat tugas ke pasangan IYL-Cakka di Sekretariat DPD Demokrat Sulsel, Makassar, Jumat (3/11) kemarin.

Selain itu, Ulla yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel ini bersyukur DPP sudah mengambil sikap di pilgub. Itu artinya kader bisa segera bersikap, sekaligus menggerakkan potensi yang dimiliki untuk bersama-sama memenangkan IYL-Cakka.
Sementara itu, IYL memberi apresiasi tinggi atas dukungan Partai Demokrat. Baginya, secara logika, banyak orang tidak mengira Demokrat memberikan dukungan.

“Tetapi ini manajemen Tuhan, Demokrat bersama kami. Olehnya itu, izin kan kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Demokrat,” ujar Ichsan.

Selain itu, bersama Demokrat, dirinya semakin yakin bisa memenangkan Pilgub. Apalagi selama ini, grassroot Demokrat tidak pernah menyatu dengan grassrootnya di dua event pilgub.

“Sekarang grassroot kami dan Demokrat menyatu di Pilgub 2018. Dengan izin Allah, kita bisa memenangkan Pilgub Sulsel,” jelas IYL.

Syukuran Dihadiri Elite Parpol

Setelah mencukupkan koalisi partai pengusung, pasangan IYL-Cakka menggelar doa dan zikir akbar bersama partai pendukung di Rumah Kita, Jalan Hertasning, Makassar, Jumat (3/11).

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pimpinan partai politik. Seperti, Ketua Demokrat Ni’matullah, Wakil Ketua DPP PPP Amir Uskara, Ketua PPP Sulsel Muh Aras, Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi, Ketua Perindo Sulsel, Sanusi Ramadhan, Ketua Partai Berkarya Sulsel, Patabai Pabokori. Hadir pula Anggota DPD RI Bahar Ngitung, Deklarator Demokrat Reza Rasyid Ali serta ribuan relawan pemenangan IYL-Cakka.

Dalam sambutannya, IYL meyakinkan kepada seluruh jajaran relawan bahwa dirinya dan Andi Mudzakkar akan masuk dalam arena pertarungan Pilgub Sulsel mendatang.

“Hari ini (kemarin) adalah kesyukuran kami berdua dan juga relawan yang selama ini gunda gulanan menanti, betulka Punggawa Macakka akan bertarung? Jumat ini (kemarin), saya baru saja diberikan surat tugas dari Demokrat untuk Punggawa Macakka. Sehingga cukup kursi untuk bertarung,” ungkap IYL.

IYL menuturkan, syukuran dan konsolidasi ini dilakukan setelah mendapat dukungan parpol. Sebab selama ini, banyak yang bertanya dan meragukannya tidak bisa mendapatkan dukungan partai.

“Setelah ada kepastian dukungan ini, maka saya harapkan tidak ada lagi yang merasa khawatir apakah kami maju atau tidak. Dukungan Demokrat dan PPP itu memenuhi syarat kita maju, karena memiliki 18 kursi dari syarat minimal 17 kursi untuk mendaftar di KPU,” terangnya.

Bergabungnya Demokrat, semakin meyakinkan dirinya memenangkan Pilgub Sulsel. Apalagi selama ini, grassroot Demokrat baru bisa beriringan dengan grassrootnya di momentum politik.

“Di beberapa momentum politik, kami tidak pernah menyatu dengan Demokrat. Tapi kali ini, grassroot saya, grassroot Pak Cakka, dan grassroot Demokrat bisa bersatu. Wajar saja jika penyatuan ini, ada pihak yang semakin khawatir,” jelas Punggawa.

Dalam kesempatan itu pula, IYL membeberkan masih ada upaya untuk menjegal dirinya bertarung di Pilgub Sulsel 2018 mendatang. Upaya ini makin massif dilakukan oleh lawan politiknya setelah ia bersama wakilnya berhasil menggaet Partai Demokrat menjadi kendaaraan maju di kontestasi sekali lima tahunan tersebut.

“Upaya-upaya untuk menarik partai Demokrat dan PPP itu tidak berhenti. Sampai saat ini, masih ada upaya,” terangnya.

Yang pasti, IYL mengaku sudah mempersiapkan strategi untuk melawan segala upaya yang mencoba untuk menggagalkan dirinya maju di pilgub tahun depan.

“Saya sampaikan kepada semua, jangan pikirkan upaya itu. Teruslah bergerak, teruslah melakukan penetrasi isu-isu yang baik. Jangan memikirkan yang berhadapan dengan saya, biarkan saya dan Andi Mudzakkar yang berhadapan dengan lima arah yang mencoba membegal dan menjegal kami,” tegasnya.

Dijelaskan pula, upaya ini dilakukan karena ada kandidat tertentu yang ragu jika dirinya dan Andi Mudzakkar masuk dalam arena pertarungan. “Rakyat bersama kita, rakyat bersatu tak bisa dikalahkan. Tapi saya ingin sampaikan, upaya-upaya ini sudah dalam kalkulasi tertentu,” tuturnya.

Momen mengharukan juga mengiringi kegiatan ini. Di depan ratusan tokoh dan sejumlah elit parpol, serta perwakilan relawan 24 kabupaten/kota, IYL tak kuasa menahan haru saat mempersilahkan Cakka memberikan sambutan di panggung.
Cakka yang tampil mengenakan kemeja berwarna biru, mengungkap jika dirinya tak punya nilai tawar di parpol, serta back up di pusat yang bisa memudahkan mendapat dukungan parpol.

Dalam kondisi di “persimpangan jalan”, Cakka mengaku sempat pasrah untuk tidak lagi menjadi calon wakil gubernur. Apalagi godaan ke Punggawa untuk mengganti pasangan semakin kencang.

“Saya sempat menghadap ke beliau (Ichsan). Saya sampaikan, bapak jangan tersandera hanya karena saya. Sangat rugi, jika bapak tidak maju sebagai kandidat gubernur. Silakan maju Pak. Saya siap diganti, dan akan tetap mendukung kita,” ungkap Cakka.

Tanpa disangka, lanjut Cakka, IYL justru menyampaikan jika Punggawa tak punya niat sekali pun untuk meninggalkannya. Bahkan, dengan resiko yang tinggi, ia memilih tidak maju jika harus mengganti pasangan.

“Beliau katakan, jika hanya karena jabatan, lebih baik kita tidak maju daripada ganti pasangan. Jujur, saat itu saya meneteskan air mata. Beliau benar-benar konsisten pada pendiriannya,” papar Cakka.

IYL yang berdiri tepat di samping Cakka, matanya nampak berkaca-kaca. Beberapa kali tangannya diletakkan di bawah mata, mengusap air mata yang tak kuasa dibendung.

Usai melakukan salat Jumat di halaman Rumah Kita, IYL dan Cakka beserta partai pendukungnya menggelar rapat koordinasi terbatas. Partai pendukung Ichsan sekali pun tidak gentar menghadapi segala upaya untuk menjegal pasangan jagoannya.

Ketua DPW PPP Sulsel, Muh Aras yang sebelumnya telah menyerahkan rekomendasi resmi ke pasangan IYL-Cakka menegaskan, dengan diberikannya SK rekomendasi ke Punggawa Macakka, tidak ada lagi ruang bagi kandidat lain yang ingin menggembosi dukungan PPP.

Dimana, kata dia, SK yang diberikan ke IYL-Cakka adalah rekomendasi resmi yang akan diserahkan langsung ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk pendaftaran bakal calon melalui jalur parpol.

“Penyerahan ini akan mengakhiri semua keraguan terutama tentang komitmen PPP mendukung Pak IYL-Cakka. Surat rekomendasi yang kita serahkan hari ini adalah sesuai dengan format yang ditetapkan oleh KPU,” tuturnya.

Aras berjanji dengan jumlah legislator partainya di daerah ini sebanyak 65 orang, mereka siap memenangkan usungan PPP yakni IYL-Cakka.

Sementara itu, PAN se-Sulsel semakin menunjukkan totalitasnya mendukung IYL-Cakka maju bertarung di Pilgub Sulsel 2018 mendatang. Itu dibuktikan dengan kehadiran Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi bersama pengurus partainya pada kegiatan tersebut.

Meski tidak sempat mengikuti rangkaian kegiatan zikir dan doa bersama yang digelar IYL-Cakka, karena baru tiba dari Jakarta. Namun Kahfi tetap bergabung di rapat koordinasi yang digelar usai salat Jumat.

PAN Sulsel tetap berada dibarisan IYL-Cakka, kendati partainya ikut memberikan rekomendasi usungan ke pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman.

“Sejak awal kita sudah komitmen berada di Punggawa Macakka. Kita tidak sempat hadir di acara tadi karena bertepatan dengan kegiatan di kantor DPRD,” ungkap Kahfi singkat.

Kedatangan Wakil Ketua DPRD Sulsel itu rupanya tidak sendiri. Sejumlah pengurusnya serta legislator PAN se-Sulsel ikut diboyong. Seperti, Sekretaris PAN Sulsel, Jamaluddin Jafar, Syamsuddin Karlos (Bendahara), Muhammad Irfan AB (Ketua Bapilu), dan Husmaruddin. Tak hanya itu, anggota DPR RI asal Fraksi PAN, Indira Chunda Thita juga datang khusus.

Usai menyapa tim relawan Punggawa Macakka, Kahfi bersama rombongannya langsung menemui IYL di lantai dua Rumah Kita Punggawa. Ditanya mengenai komitmen partainya ke Punggawa Macakka, Kahfi mempertegas tak akan menghianati komitmen yang sudah dibangun sejak awal.

”Apapun yang terjadi kita tetap total ke IYL-Cakka. Catat, kalau DPP PAN ke kandidat lain saya akan ke IYL- Cakka,” tegas Kahfi.

Dia mengaku sikap yang ditunjukkannya itu bukan tanpa alasan. Sebab, sejumlah lembaga survei menyebut pasangan IYL-Cakka punya peluang besar memenangkan Pilgub 2018.

Apalagi lanjut Kahfi punya hubungan dengan keluarga Yasin Limpo yang sudah terjalin sejak lama. Bahkan PAN merupakan salah satu partai yang mengusung Syahrul Yasin Limpo yang memenangkan Pilgub Sulsel selama dua periode. “Ini bukan soal partai. Ini adalah komitmen saya sejak awal,” kata politisi senior ini.

Kahfi menambahkan sejak IYL-Cakka dideklarasikan dia sudah menginstruksikan kepada seluruh kader partai berlambang matahari terbit itu untuk all out memenangkan pasangan yang dikenal merakyat dan Mr Komitmen itu. “Kader PAN di daerah sampai saat ini solid mendukung IYL- Cakka,” tegasnya. (*)


div>