JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

Demokrat Perkuat Komunikasi Partai

Reporter:

Iskanto

Editor:

asharabdullah

Selasa , 10 Juli 2018 10:45
Demokrat Perkuat Komunikasi Partai

Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, Ni’matullah. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Usungan Partai Demokrat di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 hanya kalah di Kabupateb Sinjai. Ini menjadi peluang bagi demokrat untuk meraup suara di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Ketua Demokrat Sulsel, Ni’matullah yang dikonfirmasi perihal itu mengatakan, partainya tidak ingin melihat hal itu sebagai alasan untuk tidak mengoptimalkan mesin partai. Yang jelas kata dia, komunikasi yang terjalin di Partai Demokrat harus terus berjalan dan terbangun dengan baik.

“Kita masih sementara melengkapi formasi caleg. Pastinya kita berkomunikasi secara baik. Politik itukan kuncinya komunikasi,” kata Ni’matullah.

Dengan perolehan kemenangan yang cukup baik, terang Ni’matullah membuktikan bahwa mekanisme yang terbangun di Partai Demokrat mampu menjaring dan menghasilkan figur-figur yang memang memiliki potensi sebagai seorang pemimpin yang diinginkan rakyat. Meskipun, kata dia, selama ini banyak yang meragukan sistem penjaringan yang dibangun oleh partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono.

“Itukan membuktikan kita mendidik dengan benar, seluruh mekanisme kita kan, mekanisme banyak yang ragukan. Tapi ternyata mekanisme kita kan membuktikan hasilnya seperti itu,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap pada Pileg 2019 nanti Partai Demokrat dapat mendongkrak perolehan kursi di legislatif dari jumlah yang ada saat ini. Apalagi selama ini Partai Demokrat telah memiliki prestasi yang baik.

“Kita berharap, khusus di provinsi misalnya, kursi kita bertambah, dari 11 menjadi berapalah. Di kabupaten kota juga begitu kita berharap ada kenaikan. Kita juga kan sudah ada beberapa yang sudah pimpinan,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto menuturkan, meskipun memiliki prestasi yang baik di Pilkada, Partai Demorkat tentunya harus tetap memaksimalkan mesin partai. Apalagi dengan penyelengaraan pileg yang bertepatan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang.

“Partai Demokrat tetap prospektif di Pileg 2019. Tetapi dengan persyaratan-persyaratan, terutama saya kira terkait dukungan di Pilpres 2019. Kalau mampu menghadirkan calon alternatif, maka posisi elektoral PD menjadi strategis di Pileg 2019,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Partai Demokrat harus melihat kemenangannya di Pilkada Sulsel sebagai acuan pergerakannya. Karena memang figur yang menang di pilkada oleh usungan demokrat tersebut tidak seluruhnya adalah kader tuleh dari partai berlambang mercy ini.

“Adapun kemenangan-kemenangan itu sebenarnya, bukan faktor tunggal yang mengangkat suara partai. Apalagi kalau yang di usung itu juga bukan kader atau pengurus partai. Saya kira PD juga perlu reborn, di beberapa daerah,” tandasnya. (*)


div>