JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Demonstran Desak Bupati Cabut SK Dewan Pengawas RSUD Bulukumba

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Jumat , 09 Desember 2016 15:33

BULUKUMBA, RAKYATSULSEL.COM – Puluhan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menggelar aksi demo di Kantor Bupati Bulukumba, Jumat (9/12/2016). Aktivis LSM menyerukan segera menangkap para pelaku korupsi di Bulukumba.

Sejumlah kasus korupsi yang saat ditangani penegak hukum, terkesan mandek. Beberapa kasus yang menjadi sorotan LSM adalah kasus dugaan korupsi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) 2012 di Dikpora Bulukumba, kasus dana ADD, kasus pengadaan motor.

“Ironisnya, beberapa kasus korupsi yang sudah dalam tahap P21 tidak mendapat titik terang atau bahkan ditutup-tutupi dan disembunyikan dari publik,” kata Amrul Khair, Koordinator Lapangan Aksi Demo Memperingati Hari Anti Korupsi dan Hari HAM Sedunia 2016.

Banyak kasus korupsi yang tersangkanya sudah ada, tapi tidak yang dipenjarakan. Ini membuktikan, ketegasan dari pihak berwajib masih lemah diwilayah penuntasan kasus korupsi di Bulukumba.

“Usut tuntas kasus korupsi. Saya tidak mau lihat, ada korupsi di pemerintahan Andi Sukri Sappewali-Tomy Satria,” ujar aktivis LSM, Rudi Tahas.

Selain itu, demonstran juga mendeak Bupati Bulukumba Andi Sukri Sappewali, mencabut SK Bupati pengangkatan anggota Dewan Pengawas RSUD Bulukumba, sebab tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Terkait dengan pengangkatan dewan pengawas RSUD Bulukumba, Bupati Bulukumba, Andi Sukri Sappewali, yang dikonfirmasi, mengatakan, jika demo tersebut adalah demo sarat kepentingan.

Sukri mengakui, pengangkatan Dewan Pengawas RSUD Bulukumba sudah sesuai prosedur, sehingga untuk pencabutan SK-nya harus diusulkan kembali. (***)


div>