SELASA , 18 DESEMBER 2018

Deng Ical Bahas Implementasi Smart City di Kota Bau-Bau

Reporter:

asharabdullah

Editor:

Selasa , 22 Agustus 2017 19:30
Deng Ical Bahas Implementasi Smart City di Kota Bau-Bau

Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal tampil sebagai pembicara di hadapan ratusan peserta Workshop pelimpahan kewenangan pemerintah daerah kepada Kecamatan dan Kelurahan, yang digelar Pemerintah Kota Baubau, di Gedung Salsa, Pantai Lakeba, Kecamatan Betoambari, Selasa (22/8). Foto: ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal, tampil sebagai pembicara di hadapan ratusan peserta Workshop pelimpahan kewenangan pemerintah daerah kepada Kecamatan dan Kelurahan, yang digelar Pemerintah Kota Baubau, di Gedung Salsa, Pantai Lakeba, Kecamatan Betoambari, Selasa (22/8).

Dalam workshop yang diikuti jajaran Pemkot Baubau dan Apeksi Komwil VI yang beranggotakan Walikota, asisten 1, para Kabag Pemerintahan serta para camat se-Kota Baubau, Deng Ical sapaan akrab Wawali Makassar ini, membahas tentang “Implementasi Smart City dalam pelimpahan pengelolaan sampah ke Kecamatan”.

Deng Ical mengungkapkan, persoalan yang dihadapi kota saat ini semakin kompleks, hal ini disebabkan oleh terjadinya pergeseran jumlah populasi penduduk yang ada di daerah perkotaan, yang berdampak terhadap daya dukung lingkungannya.

“Salah satu masalah pelik yang sulit dipecahkan adalah masalah sampah, mengingat volume sampah yang cenderung terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan permukiman serta keterbatasan lahan untuk pembuangan akhir,” beber Deng Ical.

Persoalan tersebut tidak bisa ditanggulangi secara sepihak oleh unsur pemerintah saja, namun juga memerlukan sinergi dan kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat mulai dari komponen pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

“Kita menyadari bahwa salah satu hambatan kota di Indonesia dalam implementasi smart city adalah penerimaan konsep baru ini di masyarakat, ketersediaan dana dan teknologi, sumber daya manusia untuk mengelolanya yang masih terbatas,” tambahnya.

Namun menurut Deng Ical, hambatan tersebut bisa di kesampingkan, karena yang terpenting adalah adanya niat dari pemerintah setempat untuk membangun konsep smart city.

[NEXT-RASUL]

“Kami di Makassar memiliki Perda Pengelolaan Sampah. Jadi dalam hal ini masyarakat tidak lagi mesti melihat sampah sebagai masalah di tengah masyarakat. Dengan Perda pengelolaan sampah pola pikir harus berubah, bahwa sampah dapat bernilai ekonomis,” terangnya.

Lebih jauh, Deng Ical juga mengungkapkan bahwa tata kelola sampah di Makassar telah dilimpahkan kewenangannya ke pemerintah kecamatan, kemudian juga ada bank sampah yang dikelola masyarakat.
Selain Deng Ical, Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany dan Dirjen Otonomi daerah Kemendagri, juga hadir sebagai pembicara dalam workshop tersebut

Workshop itu bertujuan agar seluruh peserta mampu menggunakan kewenanganya dalam membuat keputusan dan tindakan sesuai dengan amanah UDD No.23, tahun 2014, sehingga mewujudkan pemerintahan yang efektif dan efisien dalam melayani masyarakat.


div>