SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Deng Ical Bismillah Maju di Pilwalkot

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 28 April 2017 10:25
Deng Ical Bismillah Maju di Pilwalkot

Sekertaris DPD Demokrat Sulsel, Syamsu Rizal (Ilustrasi).

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Partai Demokrat mengisyaratkan mengusung kader internalnya, maju bertarung di Pilwalkot Makassar 2018 mendatang. Penentuan siapa kader yang berpeluang, akan dirumuskan melalui rapat internal yang rencananya digelar hari ini, di Kantor DPD Demokrat Sulsel.

“Untuk penentuan nama dan figur di pilwalkot kita masih mengkaji, siapa yang akan kita usung maju sebagai Calon Wali Kota,” ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Demokrat Sulsel, Selle KS Dalle melalui via seluler, Kamis (27/4).

Dijelaskan, saat ini sejumlah nama sudah beredar. Namun, pihaknya masih mempertimbangkan dengan alasan akan melakukan rapat internal untuk persiapan pembentukan tim penjaringan sekaligus membahas penjaringan Pilkada dan Pilgub di Sulsel. “Penentuan nanti setelah rapat internal Jumat besok, tim penjaringan dibentuk baru kita umumkan siapa calon,” ungkapnya.

Terkait mekanisme penyaringan dan penjaringan bakal calon usungan Demokrat di Pilkada, salah satunya akan dilakukan melalui mekanisme konvensi. Selle mengatakan saat ini DPD Partai Demokrat Sulsel tengah menyiapkan konvensi bakal calon yang akan diusung pada Pilkada serentak kabupaten/kota dan Pilgub Sulsel 2018 mendatang. “Kami diinternal partai sedang membayangkan ada format untuk melaksanaka semacam konvensi yang akan diberlakukan kepada seluruh figur yang akan maju dan diusung oleh Partai Demokrat pada Pillkada 2018 mendatang,” kata Selle.

Ia menambahkan, formulasi dan aturan yang akan dimainkan dalam konvensi tersebut sedang dalam penggodokan oleh DPD Partai Demokrat Sulsel. “Bagaimana hasilnya nanti belum kita tahu. Yang pasti saat ini kami diinternal partai sedang menggodok hal ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, Selle berharap apa yang dibuat oleh DPD Demokrat Sulsel tersebut adalah sebuah torobosan baru. “Kita berharap apa yang sedang kita kerjakan saat ini itu mendapat respon yang baik dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, sehingga ini akan kita jalankan secara baik nantinya,” ucapnya.

[NEXT-RASUL]

Adapun mengenai syarat bakal calon yang akan maju pada konvensi DPD Partai Demokrat Sulsel, Anggota Komisi D DPRD Sulsel itu mengaku belum ada pembahasan sejauh itu. Yang pasti, kata dia, segala persyaratan tersebut akan dibahas pada rapat pembentukan tim.

“Belum sampai pada tahap itu, mengenai peserta konvensi, siapa yang akan jadi partisipan, nanti akan kita buatkan rumusnya. Dan juga kita akan libatkan beberapa segmen didalamnya seperti agama, perempuan, akademisi, dan lain-lain,” terangnya.

Menurut Selle, Partai Demokrat akan mengawal proses Pilkada serentak 2018 mendatang dengan prosesi yang berbeda. “Kami tentu tidak akan ketinggalan untuk berpartisipasi, karena kami dari Partai Demokrat memang berniat untuk mengawal Pilkada ini dengan cita rasa yang berbeda,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD Demokrat Sulsel, Zulkarnain Paturuni mengatakan, partainya memang belum menyatakan sikap politik di Pilkada serentak 2018 mendatang. Meski sejauh ini banyak kader internal telah bersosialisasi kepada masyarakat untuk maju di pilwalkot Makassar. “Sampai saat ini, Demokrat belum menyatakan sikap secara terbuka figur yang akan di dorong di Pilwalkot nanti,” ujarnya.

Zulkarnain yang juga Sekretaris DPC Demokrat Makassar menjelaskan,ada beberapa indikator penilaian yang mesti dipenuhi, sebelum menentukan figur usungan. Seperti memiliki kapasitas, kapabilitas, tidak memiliki catatan ‘hitam’ di ranah hukum, tidak memiliki cacat moral dan standarisasi penilaian lainnya. “Partai Demokrat itu kan partai yang terbuka, siapa kader yang di dorong maju tentu dipertimbangkan secara matang,” pungkasnya.

Sejauh ini sejumlah kader sudah mengisyaratkan kesediaannya maju sebagai kontestan di Pilwalkot Makassar. Sebut saja seperti Sekretaris Demokrat Sulsel, Syamsu Rizal dan Ketua DPC Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali.

[NEXT-RASUL]

Saat dikonfirmasi, Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal atau Deng Ical dengan terang menyatakan siap bertarung pada Pilkada Makassar 2018 mendatang. “Insya Allah keinginan saya secara pribadi untuk maju sebagai calon walikota makassar sangat besar, sehingga ditanya siap atau tidak saya sudah siap,” terangnya.

Meski demikian, lanjut pria yang akrab dengan tagline, Sombere’na Makassar ini mengaku jika dirinya sebagai kader partai akan tunduk pada aturan partai Demokrat sehingga apapun keputusan partai kelak,  siapa yang di dorong di Pilwalkot dirinya legowo menerima. “Saya adalah kader Partai ,tentu saya harus menunggu instruksi Partai, karena kami terstruktur, keputusan untuk maju sebagai Calon walikota tentu harus merujuk dan tunduk apa yang menjadi keputusan Partai,” kata Deng Ical.

Mengenai komunikasi dengan partai lain, Deng Ical mengatakan, kalau komunikasi dengan partai lain itu sudah berjalan. Deng Ical dengan terbuka mengatakan, dukungan untuk maju di pilwali nanti sudah sangat banyak, bahkan komunikasi dengan para figur juga sudah terbilang cukup ramai dan sudah ada yang memberi signal untuk berpasangan. “Komunikasi sudah berjalan semua, termasuk dengan sejumlah figur, seperti None, Cicu, ARU dan termasuk dengan Pak Wali,” terang Deng Ical.

Sebelumnya, Tim DI (Deng Ical) Irwan Ade Saputra menegaskan, pihaknya bertekad mendorong Deng Ical  untuk maju bertarung di Pilwalkot Mkaassar, dan telah melalui berbagai proses dan pertimbangan dari berbagai pihak. “Setelah diskusi dengan berbagi macam pertimbangan, Deng Ical Bismillah untuk bertarung pada agenda politik 2018 di Kota Makassar,” tuturnya.

Adapun syarat yang diajukan Ketua PMI Makassar itu, sambung Ade, pertama untuk menjajaki peluangnya, Deng Ical mempercayakan kerja-kerja politik pada Kerabat tim DI. “Terkait posisi 01 atau 02 sepenuhnya diputuskan berdasarkan pertimbangan Tim DI dan Partai Demokrat, sambil menjajaki kemungkinan-kemungkinan perubahan kontalasi Pilwalkot,” pungkasnya.

Soal rumor yang sementara hangat antara Danny Pomanto dan Deng Ical, Ade mengatakan hal tersebut adalah konsumsi politik. Sebab dalam menjalankan tugas dan fungsi  sebagai Walikota dan Wakil Walikota masih berjalan normal. Sebab dalam ranah politik berbeda dengan ranah pemerintah, dalam politik semua sangat fleksibel serta cepat berubah dan semua bisa terjadi sedangkan dalam Pemerintahan cukup tegas diatur dalam regulasi. “Dan pasangan DIA masih berkomitmen menyelesaikan pekerjaan yang dimulai bersama dan Insya Allah diakhiri bersama. Soal akan mulai bersama lagi atau tidak lagi memulai bersama, itu soal kedepan,” tukasnya. (E)


div>