JUMAT , 22 JUNI 2018

Deng Ical Minta Paradigma Perencanaan Pembangunan Diubah

Reporter:

Alief

Editor:

asharabdullah

Selasa , 13 Maret 2018 21:00
Deng Ical Minta Paradigma Perencanaan Pembangunan Diubah

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrembang) tingkat Kota Makassar sebagai dasar Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2019, yang bertempat di Sandeq A Hotel Grand Clarion Makassar, Selasa (13/3). (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrembang) tingkat Kota Makassar sebagai dasar Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2019, yang bertempat di Sandeq A Hotel Grand Clarion Makassar, Selasa (13/3).

Musrembang ini bertujuan untuk menyempurnakan RKPD menjadi rancangan ahkir RKPD dengan mengacu pada RPJMD 2014-2019.

Hadir dalam musrembang ini, seluruh Forkopimda Kota Makassar, Anggota DPRD Kota Makassar, SKPD, Camat, LSM, Tokoh Masyarakat dan Akademisi serta Asosiasi Profesi di Kota Makassar.

Dalam sambutannya, Deng Ical mengatakan, paradigma perencanan pembangunan daerah saat ini mengalami perubahan dari mindset money follow function menjadi money follow program yang lebih berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Tentu saja butuh kebijaksaan dan kedewasaan kita sekligus kecerdasaan dalam merumuskan konsep dan strategi pembangunan yang lebih terarah,” kata Deng Ical

Olehnya itu, ia meminta kepada setiap perangkat daerah dan perusda untuk fokus dan serius dalam melaksanakan muserembang ini, sehingga output yang dihasilkan benar-benar menjadi solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan yang kita hadapi bersama.

“Semoga musrembang ini dapat menghasilkan rancangan pembangunan yang tepat dan berkualitas guna mewujudkan visi Pemerintah Kota Makassar yaitu menjadikan Makassar Kota dunia yang nyaman untuk semua,” tuturnya.

Lanjut dia, melalui musrembang daerah ini diharapkan dapat memperoleh kesepakatan dalam merencanakan program-program pembangunan yang sifatnya strategis dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

Guna mewujudkan hal tersebut tentu saja harus di dukung oleh aparat yang berkualitas, disiplin dan memiliki etos kerja yang tinggi dalam melaksanakan berbagai pembangunan dan pelayanan publik.

“Semuanya itu dapat terwujud dengan baik melalui kordinasi lintas sektor bukan hanya pada tahapan penyusunan rencana tapi juga sampai pada pelaksanan rencana,” jelasnya. (*)


div>