MINGGU , 27 MEI 2018

Dengan Filosofi Bugis, Masrur Makmur La Tanro Dorong Mahasiswa Jadi Pengusaha Sukses

Reporter:

Editor:

Niar

Kamis , 10 Mei 2018 08:27
Dengan Filosofi Bugis, Masrur Makmur La Tanro Dorong Mahasiswa Jadi Pengusaha Sukses

int

– Masrur Makmur La Tanro: Kuncinya Semangat dan Kejujuran

MAKASSAR, RAKSUL.COM-Owner PT Bali Maspintjara, Drs H Masrur Makmur La Tanro tampil di depan Mahasiswa Universitas Islam Makassar (UIM).

Kehadiran Pengusaha sukses ini dalam Seminar Kewirausahaan yang digelar UIM di Auditorium KH Muhyidin Zain, Jalan Perintis Kemerdekaan, Rabu, (9/5/2018).

Dalam orasinya, Masrur Makmur La Tanro mengulas kunci sukses sebagai pengusaha andal.

“Untuk menekuni bisnis, kiat awal dan mendasar yang sangat penting dimiliki oleh Pengusaha untuk menjadi pebisnis sukses adalah semangat dan kejujuran,” terang Masrur Makmur La Tanro.

Pengusaha sukses yang juga Ketua Asosiasi Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Bali itu juga menegaskan, filosofi Bugis sebagai pengusaha.

“Saya berkali-kali mengikuti pertemuan saudagar Bugis Makassar, Wapres HM Jusuf Kalla selalu mengingatkan bahwa pengusaha harus menjaga filosofi leluhur Bugis Makassar, yaitu ‘alempureng (kejujuran: red),” katanya.

”Apa yang kita tekuni hari ini, itu buah dari cita-cita masa lalu, selanjutnya apa yang kita pikirkan hari ini, akan terwujud di hari esok. Itulah bagian dari filosofi semangat berusaha,” lanjut Owner Pesantren Showatul Is’ad Pangkep dan Owner Ayam Bakar Wong Solo, Makassar itu.

Di bagian lain, Masrur yang juga alumni Pesantren IMMIM Putera Makassar tersebut menegaskan, setiap muslim wajib kaya dan dilarang miskin. Kunci untuk kaya kata dia adalah semangat dan ada upaya berkesinambungan terhadap cita-cita.

”Bonus demografi Indonesia tahun 2030 mendatang, anak Indonesia wajib menyambut dengan kesiapan anak bangsa yang berpendidikan, berpengalaman dan profesionalisme. Yakinlah, bermodalkan semangat kewirausahaan, Indonesia bisa jadi negara developed country,” tegas Masrur.

Selaib Masrur, Pemateri lain dalam dalam seminar bertema ”Generasi Muda Sebagai Penggerak Kewirausahaan Dalam Menghadapi Tantangan Global” itu, seperti Evi Aprilianti (Kadiskop dan UKM Makassar), Ikram Adam Mursen (Owner Bugis Culture), Andri Darmawan (Creative Director Halo Oto).

Sebelumnya, Ketua panitia, Magfirah menguraikan, jika pihaknya dari Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis (HUMANIS FISIP UIM) menggelar seminar kewirausahaan ini sebagai realisasi salah satu program kerja HUMANIS FISIP UIM.

Dikatakannya, banyak orang terjun berbisnis karena himpitan, spontan, emosional, ingin kaya atau idealisme. Ada kalanya berbisnis karena tidak ada pilihan lain. Ada yang berbisnis untuk meneruskan usaha yang dirintis orang tua.

“Menjadi entrepreneur adalah sebuah pilihan. pilihan yang kadang kala memang tidak masuk akal namun bisa menimbulkan kecanduan bagi yang sudah merasa menguasai medannya dan tahu kira-kira rintangan apa yang bakal dihadapi, tandasnya,” tandasnya. (*).


div>