RABU , 12 DESEMBER 2018

Densus 88 Amankan 10 Nama Terkait Bom Panci Bekasi

Reporter:

Editor:

dedi

Kamis , 15 Desember 2016 21:04
Densus 88 Amankan 10 Nama Terkait Bom Panci Bekasi

int

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli mengklaim bahwa Detasemen Khusus 88 Antiteror telah menangkap sepuluh orang terkait jaringan teroris yang merencanakan serangan di Istana Presiden.

‎”Setidaknya ada sepuluh yang sudah diamankan yang teridentifikasi dalam satu jaringan. Di mana sel-sel baru ini merupakan sel dari Bahrun Naim dan beberapa tokoh-tokoh yang tergabung dalam JAD (Jamaah Ansorut Daulah, red),” kata Boy di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Boy mengaku, penangkapan sepuluh orang tersebut bisa bertambah. Hanya saja, hingga Rabu (14/12) malam, baru sepuluh terduga teroris yang diamankan. ‎”Jadi sepuluh orang dengan barang buktinya terus dilakukan pemeriksaan,” jelas Boy.

‎Berikut 10 nama terduga teroris diamankan Densus 88:

1. Muhammad Nur Solikin alias Abu Ghurob Alias Abu Abdullah bin Burhadi (26) merupakan tokoh pimpinan sel yang juga melakukan perekrutan langsung Dian Yulia Novi yang merupakan calon “pengantin” yang akan melakukan eksekusi dengan menggunakan bom panci. Bom panci ada di pojok yang sudah dilakukan disposal oleh petugas termasuk teridentifikasi menerima transfer uang. Transfer dari luar negeri dari Bahrun Naim.

2. Agus Supriyadi alias Agus bin Panut Harjo Sudarmo (36) wirausaha. Peran dalam kelompok ini antara lain membawa bahan peledak dari tempat asalnya Jawa Tengah menuju ke Jakarta termasuk menyiapkan sarana transportasi dan menyimpan di kontrakannya Dian bersama Nur Solihin.

3. Suyanto alias Abu Iza alias Abu Daroini bin Harjo Suwito (40). Petani yang menyediakan rumahnya menjadi tempat wadah untuk dilakukannya perakitan bom. Ikut mengantar bom tersebut ketika akan persiapan dibawa ke Bekasi.

4. Khafid bin Antoni alias Toni bin Rifai (22). Mahasiswa yang perannya membuat bahan peledak di rumahnya di Ngawi dari panduan Bahrun Naim dari jarak jauh. Merakit bom bersama, intens komunikasi dengan Bahrun Naim.
‎ [NEXT-RASUL]
5. ‎Arida Putri Maharani binti Winarso usia (25) mengetahui tentang rencana pembuatan bom dan fasilitator menerima dana dalam rangka pembuatan bom.

6. Dian Yulia Novi alias Ayatul Nissa Binti Asnawi (27) wanita inilah yang merupakan calon “pengantin” bom bunuh diri itu. Bersama mencari kontrakan dengan Nur Solihin mencari save house mereka di bilangan Bintara Jaya Bekasi termasuk pernah tercatat menerima uang dari Bahrun Naim melalui Nur Solihin untuk biaya kontrakan dan biaya harian.

7. Wawan Prasetyawan alias Abu Umar bin Sakiman (24). Buruh harian yang berbaiat ke ISIS berinisiatif menyimpan bahan peledak dan komponen bom yang dimiliki Nur Solihin dengan memindahkan dari kantor Azam Dakwah Centre (ADC) dan dibawa pulang ke rumahnya. Bekerja atas perintah Nur Solihin‎.

Dari hasil pengembangan tersangka Wawan ada rangkaian penangkapan lainnya yang dilakukan Densus 88:

8. Imam Syafi’i (33), pekerjaan swasta. Tercatat sebagai pelaku teror Alfamart 25 November dan Candi Resto 3 Desember.

9. Sumarno (42) di Klaten.

10. Sunarto (30) dari Karanganyar. Keterlibatan pelaku teror di Candi Resto Solo 3 Desember lalu.


Tag
div>