KAMIS , 21 JUNI 2018

Derita Warga Banoa dan Jenna, Ratusan Tahun Luput dari Perhatian Pemerintah

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 28 Mei 2018 16:00
Derita Warga Banoa dan Jenna, Ratusan Tahun Luput dari Perhatian Pemerintah

Salah satu warga Dusun Jenna, Desa Sukamaju, Hamka

SINJAI, RAKYATSULSEL.COM – Warga Jenna dan Banoa, Desa Sukamaju, Kecamatan Tellulimpoe Kabupaten Sinjai sejak ratusan Tahun silam belum pernah menikmati pembangunan akses Jembatan.

Akibatnya, kalau banjir warga yang hendak menyeberang harus menggunakan batang pisang jika ingin ke Dusun sebelah atau ke Sinjai Timur. Bahkan saat ini sedang Viral Video murid SD yang hendak bersekolah di SD 193 Jenna harus menantang maut menyeberangi sungai.

Salah satu warga Dusun Jenna, Desa Sukamaju, Hamka yang dikonfirmasi mengaku bahwa sejak ada kampung di Banoa sekira 250 tahun yang lalu belum pernah merasakan yang namanya akses jembatan yang dibangun oleh Pemerintah Daerah.

“Sehingga jika ingin menyeberang di Sungai Kambuno (Banoa-Jenna) maupun untuk menyeberang di Sungai Kadieng (Jenna-Korasa Sinjai Timur) menggunakan batang pisang jika lagi banjir, makanya Warga disini sangat berharap ada jembatan. Bahkan yang paling parah kalau lagi banjir Murid SD yang tinggal di Banoa yang hendak sekolah di Jenna harus menantang maut juga jika lagi Banjir, bahkan ada Videonya itu yang viral,” ujarnya, Senin (28/5).

Sementara, Kasubag Publikasi dan Hubungan Media Kabupaten Sinjai, Usman menyampaikan bahwa adanya video viral anak sekolah yang menantang maut saat Banjir demi untuk ke sekolah telah disikapi oleh Pemda.

“Ada beberapa hal yang akan dilakukan oleh Pemkab Sinjai, yang pertama memastikan dimana tempat kejadian vidio yang viral tersebut, yang kedua sesegara mungkin akan dilakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas PU, Dinas Pendidikan, Bappeda, Camat Tellulimpoe dan Kepala Desa tempat kejadian vidio viral dimaksud, intinya memastikan dulu tempat kejadiannya dimana,” pungkasnya. (*)


div>