SENIN , 23 JULI 2018

Desa terpencil Lontangnge Wakili Kelurahan WT Bacukiki di Tingkat Kota

Reporter:

Editor:

hur

Minggu , 07 Februari 2016 14:42
Desa terpencil Lontangnge Wakili Kelurahan  WT Bacukiki di Tingkat Kota

Nampak antusias dan kekompampak masyarakat kelurahan Watang Bacukiki membersihkan lorong dan pekarangan di depan Posyandu, Lontangnge, Minggu (7/2). (Nhia/RakyatSulsel)

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Meski terbilang pedalaman dan menjadi langganan banjir tiap tahun, namun kampung Lontangnge, kelurahan Watang Bacukiki ini ditunjuk mewakili Kelurahan Watang Bacukiki mengikuti lomba kebersihan lorong tingkat kota parepare.

Dipercaya mewakili kelurahan, membuat warga Lontangnge bersama masyarakat di kampung Bacukiki, Lappa Anging, Mangimpuru dan Ceddie terlihat kompak menata lorong dan kebersihan di kampung tersebut. Tak hanya dari kalangan laki-laki saja, kaum ibu rumah tangga nampaknya tak mau ketinggalan. Selain itu, anak-anak dan orang tua yang umurnya sudah senja pun ikut berpartisipasi mempercantik lorong mereka yang menjadi andalan di Kelurahan Watang Bacukiki.

Lurah Watang Bacukiki, Musawiring berharap, lorong Marennu di Kampung Lontangnge yang mewakili kelurahan Watang Bacukiki ini dapat meraih juara dalam lomba lorong tingkat kota yang digelar pada hari Selasa dan Rabu, pekan ini.

“Kekompakan warga berbenah menandakan semangat yang sangat tinggi dimiliki masyarakat kita, kita berharap lorong Marennu di Lontangnge ini bisa mengharumkan nama Kelurahan Watang Bacukiki,” ujarnya yang ditemui di lokasi sedang menyaksikan warganya bekerja bakti membenahi lorong, Minggu (7/2).

Menurutnya, perlombaan lorong peduli ini merupakan salah satu rangkaian peringatan hari ulang tahun Parepare yang ke-56 tahun.

Sementara itu, Ketua RT I Lontangnge, Kelurahan Watang Bacukiki, Darwina mengatakan, meskipun bukan acara perlombaan, dirinya dan masyarakat di kampung Lontangnge rutin melaksanakan kerja bakti setiap Jumat. Apalagi melihat kampungnya yang menjadi langganan banjir tiap tahunnya.

“Aktivitas membersihkan yang kami lakukan bukan hanya pada saat lomba saja tetapi setiap Jumat kita sudah jadwalkan bersama masyarakat untuk bekerja bakti membersihkan sampah dan lorong-lorong supaya selalu cantik dilihat,” ujar Srikandi ini.

Darwina berharap, dengan kerja bakti itu masyarakat Lontangnge bisa terhindar dari banjir, meskipun itu sangat sulit, sebab kampung tersebut terhubung langsung dengan Sungai Karajae yang kerap meluap di waktu penghujan. “Semoga sungai yang sering meluap dan masuk ke pemukiman warga bisa segera ditanggul supaya masyarakat kami tidak khawatir lagi di saat musim penghujan,” harapnya.


div>