Minggu, 20 Agustus 2017

Desa Tiongkok di Bogor Digerebek, Lokasinya di Tengah Hutan

Rabu , 11 Januari 2017 13:58
Penulis :
Editor   : doelbeckz
Ilustrasi.
Ilustrasi.
JAKARTA - Kantor Imigrasi Kelas II Bogor kembali mengendus keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal asal Tiongkok di Bogor, Jawa Barat. Petugas menyisir keberadaan TKA di kawasan tambang Emas dan Galena, Cigudeg, Kabupaten Bogor. Di wilayah perbukitan itu, puluhan bahkan diduga ratusan TKA membangun 'Desa Tiongkok' kecil di sana.

Dua wartawan Radar Bogor (Jawa Pos Group) Zaenal Abidin dan Muhammad Aprian Romadhoni turut bersama petugas saat penggerebkan, kemarin (10/1). Pagi pukul 08.00 WIB, 20 anggota tim yang dipimpin langsung Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Bogor Herman Lukman, bergerak ke perbukitan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Menggunakan 10 kendaraan 4x4 dan minibus, tim didampingi beberapa petugas polisi bersenjata. Misinya, menggerebek perkampungan TKA asal Tiongkok di perbukitan Cigudeg, wilayah barat Kabupaten Bogor. Sekira pukul 11.00 WIB, tim tiba di kaki bukit, beberapa kilometer dari lokasi sasaran.

Udara cukup sejuk, sedikit tertutup kabut. Sebelum melanjutkan perjalanan, ketua rombongan menggelar briefing dan membagi petugas ke dalam dua tim. Mereka akan bergerak terpisah ke dua lokasi berbeda. Selang 15 menit kemudian, tim pertama melanjutkan perjalanan melalui Kampung Cipangaur, Desa Centamanik.

Medannya cukup berat, jalanan berliku dan tikungan curam. Minibus yang ditumpangi tim beberapa kali nyaris terperosok ke jurang. Hingga terpaksa menyusuri tepian hutan. Perjalanan masih jauh, namun medan tak memungkinkan lagi dilewati kendaraan.

Meminta bantuan warga sekitar, sekitar tujuh anggota tim kemudian meminta bantuan warga sekitar meminjam sepeda motor. Tapi lagi-lagi, sepeda motor pun tak mampu menembus jalanan berlumpur. Tim memutuskan untuk berjalan kaki menuju lokasi. Samar terdengar dari radio panggil salah satu petugas, tim kedua juga sudah tiba di lokasi sasaran.

Kepala Kantor Imigrasi Herman Lukman turut di tim pertama, didampingi Kasi Pengawasan dan Penindakan pada Kantor Imigrasi Kelas II Bogor, Arief Haizirin Satoto. Herman sejenak mengatur strategi. Setelah tiga jam menembus semak belukar, tampak di kejauhan atap sejumlah bilik menyerupai asrama.