SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Desember, Pangkep Siap Turun Sawah

Reporter:

Atho Tola

Editor:

asharabdullah

Rabu , 15 November 2017 15:04
Desember, Pangkep Siap Turun Sawah

Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid saat menyampaikan sambutannya di acara Mappalili Akbar Kabupaten Pangkep, di halaman Stadion Andi Mappe, Rabu (15/11). Foto: Atho/RakyatSulsel

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid meminta kepada petani untuk taat anturan soal bercocok tanam dari pemerintah, penekanan tersebut disampaikan Syamsuddin saat menyampaikan sambutannya di acara Mappalili Akbar Kabupaten Pangkep, di halaman Stadion Andi Mappe, Rabu (15/11).

Dihadapan puluhan kelompok tani dari 9 kecamatan, Bupati dua periode tersebut juga menyampaikan sejumlah keberhasilan dalam pertanian.

“Kita sukses membantu Sulsel dalam surplus berasnya, termasuk ketakutan petani akan kelangkaan pupuk itu tidak terjadi, apalagi sekarang ini sudah ribuan alat pertanian yang sudah kita bagikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel, Uvan Nurwahidah, menguraikan secara teknis terkait langkah tepat yang sebaiknya dilakukan para petani di Pangkep termasuk saran untuk memulai musim tanam sawah pada November-Desember tahun ini.

“Kita anjurkan agar bulan ini petani sudah turun tanam, dan untuk varietasnya pada bulan itu harus menggunakan varietas Ciherang, Mekongga, Inpari4 dan Inpari33. Namun jika ada yang menggunakan waktu Januari harus merubah varietasnya”, singkat Uvan.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Pangkep Hj. Sriwati Masri, menjelaskan jika Kabupaten Pangkep saat ini mempunyai lahan sawah garapan seluas 16.700 hektar, tapi setiap tahunnya jumlah areal tanam mencapai 33.000 ha, ini lantaran selain petani menanam pada musim rendengang juga menanam pada masa gaduh di musim kemarau.

“Kita setiap tahun itu dua kali masa panen, jadi lahan tanam itu naik dua kali lipat, dan memang kita dukung 3,5 persen suplai beras Sulsel yang surplus tersebut,” jelasnya.

Diketahui kegiatan Mappalili Akbar merupakan pertemuan adat yang membicarakan permulaan turun sawah untuk masa tanam tiap tahunnya, yang menghadirkan seluruh kelompok tani di 9 kecamatan dari 13 kecamatan di Kabupaten Pangkep. (*)


div>