SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Deteksi Kerawanan Pemilu, Bawaslu Jeneponto Lakukan Ini

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Iskanto

Sabtu , 25 Agustus 2018 08:35
Deteksi Kerawanan Pemilu, Bawaslu Jeneponto Lakukan Ini

Dok. RakyatSulsel

JENEPONTO, RAKYATSULSEL.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten  Jeneponto menggelar Instrumen Survei Nasional Indeks Kerawanan Pemilu 2019 yang dihadiri dari unsur Media, KPU, Bawaslu serta dari Pihak Kepolisian Jeneponto, di Kantor Bawaslu Jeneponto, Jalan Ishak Iskandar, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Jum’at (24/8).
Instrumen Kuesioner tersebut  untuk mendeteksi tingkat kerawanan pemilu 2019, sesuai yang disampainkan Bawaslu Republik Indonesia ( RI ) melalui Bawaslu Kabupaten Jeneponto.
“Kuesioner ini saya tindaklanjuti apa yang disampaikan Bawaslu RI dan ini hanya sifatnya pengumpulan data pada tingkat kerawanan pemilu,”kata Ketua Bawaslu Jeneponto, Saiful
Survei tersebut bersifat pilihan untuk mendeteksi tingkat kerawanan pemilu yang akan dihelat tahun 2019 mendatang terkhusus Kabupaten Jeneponto.
“Hal Ini sudah ditegaskan oleh Bawaslu RI, dan melalui rapat koordinasi hari ini kami sampaikan untuk dapat mengisi kuesioner itu,” jelas dia.
Proses pencalonan bisa saja ada titik rawan kedepan, temasuk kampanye di media sosial dapat menjadi tingkat kerawanan yang berakibat pelanggaran pemilu.
“Tim kami akan jalan di beberapa institusi dan instansi. Jadi ada beberapa poin yang akan diisi dan ini menjadi catatan kami kedepan untuk mendeteksi tingkat kerawanan tersebut,”tambahnya.
Ketua KPU Jeneponto, Muhammad Alwi mengatakan Indeks kerawanan pemilu 2019, mungkin ada karena kurang lebih 581 Daftar Calon Sementara (DCS) yang bakal berkompetensi di Pemilu. Proses tahapan penyelenggara pemilu pada saat ini sementara berlangsung dan sudah memasuki pada tanggapan masyarakat.
“Pemilu ini lebih berat dari pada pilkada kemarin karena jumlahnya hanya 8 orang dan sekarang daftar calon sementara terdapat 581 orang. Ini yang akan menjadi tanggunjawab kita semua dalam melakukan pengawasan,” jelas dia. (*)

div>