MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Dewan Bakal Laporkan PT Makassar Te’ne ke Penegak Hukum

Reporter:

Alief

Editor:

asharabdullah

Rabu , 21 Maret 2018 11:30
Dewan Bakal Laporkan PT Makassar Te’ne ke Penegak Hukum

Kantor DPRD Makassar. (ist)

*Terkait Pencemaran Lingkungan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar bakal melaporkan perusahaan PT Makassar Te’ne yang beroperasi sebagai pabrik gula rafinasi ke aparat hukum, dengan dugaan pencemaran lingkungan lantaran membuang limbahnya ke Sungai Tallo. Apalagi diketahuinya jika perusahaan tersebut ternyata tidak mengantongi izin membuang limbah ke sungai.

Anggota Komisi C DPRD Makassar, Mustagfir Sabri, mengatakan meskipun PT Makassar Te’ne mengaku memiliki IPAL dan izin Amdal, namun izin membuang limbah ke sungai sudah kedaluarsa semenjak tahun lalu. Sehingga dirinya menegaskan jika dalam waktu dekat ini pihak PT Makassar Te’ne telah mendapatkan perpanjangan izin dari DLHD, maka kuat dugaan ada indikasi permainan di dalamnya.

“Kalau sudah ada izinnya sekarang ini terbit, maka saya akan bicarakan dengan yang mengeluarkan izin kenapa ada perpanjangan izin untuk Makassar Te’ne, ini pasti ada indikasi permainan di dalamnya kenapa tiba-tiba baru dikeluarkan izinnya, padahal sudah kedaluarsa sejak Agustus 2017 lalu,” ungkapnya di gedung DPRD Makassar, Selasa (20/3) kemarin.

Legislator Fraksi Hanura ini juga mengatakan, berdasarkan aduan dari warga Lakkang dan bukti uji lab yang tidak dimiliki, maka Moses memastikan perusahaan Makassar Te’ne ini sebagai perusahaan yang tidak peduli lingkungan, sekalipun telah memiliki prestasi di dalamnya.

“Aduan dari warga Lakkang, bisa dijadikan aduan awal untuk ditindaki kemudian dan ini bisa menjadi acuan penilaian kita bahwa PT Makassar Te’ne menjadi perusahaan yang tidak peduli lingkungan. Walaupun saya sadar sudah mendapatkan penghargaan tetapi tidak artinya itu,” tegasnya.

Bahkan hingga kini, lanjutnya, pihak PT Makassar Te’ne belum dalam membuktikan bahwa limbah yang dihasilkan dan dibuang ke Sungai Tallo tersebut tidak mencemari sungai dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan warga.

“Mereka tidak bisa memberikan jawaban terkait mutu limbah yang dikeluarkan, yang dibuang ke Sungai Tallo. Dalam urusan hasil uji lab terhadap IPAL perusahaan memang sudah memenuhi baku lingkungan, tetapi ada satu yang perlu disadarkan dari Makassar Te’ne, yaitu limbah yang dibuangnya ke sungai, karena berdampak kepada masyarakat,” bebernya.

“Yang pasti, kami akan tindaklanjuti ini. Saya akan laporkan ke aparat penegak hukum terkait dugaan pelanggaran lingkungan hidup. Jika kawan-kawan di DPRD sepakat kita akan bergerak secepatnya, jika tidak saya sendiri yang akan laporkan,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Amdal Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Muh Kilat, menjelaskan terkait izin limbah B3 yang dimiliki PT Makassar Tene sudah ada dimiliki sedangkan untuk limbah cairnya berakhir di Desember 2017 tahun lalu dan sementara dalam proses perpanjangan.

“Lagi diperpanjang, memang cuma kami belum mengeluarkan ijin perpanjangannya karena menunggu hasil uji lab November dan Desember 2017 dulu,” katanya.

Kilat juga menyampaikan jika PT Makassar Tene telah memiliki IPAL, sehingga kecil kemungkinan mencemari lingkungan di sana.

“Makassar Te’ne kan punya IPAL, sehingga potensi mencemari lingkungan berdasarkan data yang kami pegang Oktober 2017 terakhir itu tidak ada. Untuk laporan pengelolaan limbah periode Januari sampai Juni 2017, sudah ada. Untuk semester kedua memang belum,” tuturnya.

BLHD juga mengakui belum memiliki uji sample untuk kondisi air baku mutu sungai yang ada disungai Tallo pasca limbah yang dihasilkan dibuang ke sungai.

“Kalau soal limbah itu muaranya pasti ke Sungai Tallo, tapi setelah diproses melalui IPAL. Hanya catatannya tidak boleh membuang melebih dari baku mutu. Untuk baku mutu air di sungai Tallo memang kami belum mengetahui,” tandasnya. (*)


div>