• Sabtu, 30 Agustus 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

Dewan Desak Mobdin Segera Dikembalikan

Selasa , 11 Desember 2012 10:13
Total Pembaca : 161 Views

Baca juga

MAKASSAR – Sekertaris Dewan (Sekwan) DPRD Makassar mendesak mantan pimpinan komisi agar mengembalikan Mobil Dinas (Mobdin) operasional pimpinan DPRD Makassar untuk difungsikan ke pimpinan komisi saat ini.

Sekwan DPRD Makassar, Nuraeni Makmur, mengatakan, pihaknya telah menyurati secara khusus empat mantan unsur pimpinan komisi yang belum mengembalikan mobdin tersebut. Masing-masing Komisi A, B, C, dan D.

“Menyikapi persoalan ini, Sekwan sudah menjalankan mekanismenya, untuk mengatur dan melayani kinerja Dewan. Bahkan, sudah dua kali kami surati masing-masing mantan unsur pimpinan, supaya mengembalikan mobil dinasnya cepat, tapi semoga mereka bisa legowo agar persoalan ini cepat teratasi,” kata Nuraeni Makmur, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/12).

Sementara, Kepala Bagian Perlengkapan DPRD Makassar, Syamsul, di ruang kerjanya mengungkapkan, sehari setelah penetapan atau pelantikan roling empat komisi, seharusnya mantan pimpinan komisi telah mengembalikan mobil tersebut. “Kalau berdasar pada aturan kan seperti itu, tapi realitanya sudah sebulan masing-masing mantan unsur pimpinan komisi masih menikmati mobdin itu,” tambahnya.

Dari informasi yang dihimpun, mantan unsur pimpinan yang belum mengembalikan mobdin tersebut masing-masing, mantan ketua komisi C sebelumnya yakni Nasran Mone, kemudian mantan ketua komisi D Nuryanto G Liwang, selanjutnya mantan wakil ketua komisi A Busranuddin Baso Tika (BBT), dan mantan wakil ketua komisi B Haeruddin Hafid.

Sedangkan, ketua dan wakil komisi saat ini yang belum menerima mobdin tersebut, diantaranya ketua komisi C Irianto Ahmad, ketua komisi D Suarno Sudirman, wakil ketua komisi B Erick Horas, dan wakil ketua komisi A Rauf Rahman. Sedangkan ketua komisi B Asriadi Samad telah menerima alih fungsi mobil tersebut dari ketua sebelumnya yang dijabat oleh Irwan.

Ketua komisi C Irianto Ahmad, mengatakan belum mendapatkan mobil operasional berjenis Terios itu. Sehingga, selama ini mobil yang digunakan dalam menunjang kinerjanya sebagai pimpinan komisi terpaksa menggunakan mobil pribadinya. “Kalaupun mobil dinasnya memang belum bisa digunakan kan masih adaji mobil pribadi untuk mobilitas tugas di komisi C,” ungkapnya. (RS11-RS5)