SABTU , 15 DESEMBER 2018

Dewan Desak Pengadaan Komputer Sekolah Dianggarkan

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 04 April 2016 22:59

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Melihat pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2016 dengan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), dimana masih banyak sekolah yang terpaksa harus meminjam komputer ke orang tua siswa, Dewan Perwakilan Rakyat Daertah (DPRD) menilai pengadaan komputer di sekolah sudah sangat mendesak diadakan.

Sekretaris Komisi D Bidang Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) DPRD Makassar, Hamzah Hamid, meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Pendidikan untuk mengusulkan penganggaran pengadaan komputer tahun anggaran 2017 mendatang.

“Kita lihat nanti apakah pemkot mengusulkan atau tidak, kalaupun nanti pemkot tidak mengusulkan, maka kami di DPRD akan merekomendasikan agar dimasukkan dalam anggaran,” ungkapnya, Senin (4/4).

Menurutnya, UN dengan sistem UNBK akan semakin banyak diterapkan sekolah-sekolah dan perlahan sistem UN manual akan ditingalkan. Oleh karena itu, pemerintah harus mulai melengkapi jumlah unit komputer yang ada di sekolah.

“Pengadaan komputer di sekolah bisa dilakukan secara bertahap, misalnya tahun ini pemkot anggarkan sepuluh unit dulu, kemudian tahun berikutnya 20 unit. Tergantung bagaimana kemampuan keuangan daerah,” kata legislator PAN itu.

Pasalnya, ia juga menyadari untuk pengadakan komputer seluruh sekolah yang menjadi peserta pelaksana UNBK, tidak bisa dianggarkan langsung secara menyeluruh, sebab akan memakan anggaran yang cukup besar. “Tetap harus disesuaikan anggaran yang ada,” katanya.

Sementara, anggota Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Makassar, Haslinda, mengkritik peninjauan anggota Komisi D DPRD Makassar yang memantau pelaksanaan UN. Menurutnya, kunjungan tersebut tidaklah efektif, sebab hanya akan mengganggu konsentrasi siswa yang tengah mengerjakan soal ujian.

“Harusnya kunjungan itu dilakukan sebelum UN, memastikan persiapan setiap sekolah apakah memenuhi seluruh keperluan siswa saat UN nanti,” terang legislator PKS itu. (***)


div>