JUMAT , 17 AGUSTUS 2018

Dewan Dukung Direksi Perusda Baru Tinggalkan Partai

Reporter:

Editor:

hur

Minggu , 27 September 2015 16:07

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menyarankan kepada direksi baru perusahaan daerah (Perusda) agar fokus kepada perusahaan yang menjadi amanah masing-masing.

Sekadar diketahui bahwa Dirut perusda yang telah dipilih dan ditunjuk untuk memimpin dan mengelola perusahaan milik Pemkot Makassar, sebagian besar adalah politisi partai yang aktif.

Ada direksi yang memegang jabatan penting di partai politiknya masing-masing, misalnya sebagai sekretaris dan lain sebagainya.

Dengan rangkap jabatan seperti itu, dapat diprediksi akan mengganggu kinerja mereka saat bekerja di perusahaan. Sementara, pada saat fit and proper test maupun masa mengikuti lelang jabatan, beberapa calon direksi berjanji akan menaikkan Pendapatan Anggara Daerah (PAD) dari perusahaan yang mereka pimpin jika mereka terpilih.

Ada beberapa orang direksi Perusda yang juga aktif di partai politik, yaitu Haris Yasin Limpo (Golkar) sebagai Dirut PDAM, Irianto Ahmad (Golkar) sebagai Dirut PD Parkir, dan Jefry Y Timbo (Partai Demokrat) sebagai Direktur Operasional PD Pasar.

Anggota Komisi D DPRD Makassar, Muh Iqbal Djalil mengatakan, dirinya sangat mendukung jika para direksi Perusda melepaskan jabatan di partainya. Dia menyebutkan bahwa jika para direksi itu ingin bekerja profesional, maka harus fokus kepada perusahaan yang mereka pimpin.

“Kita mengapresiasi, tapi kita lebih apresiasi kalau mereka kerja profesional dalam pengertian kita fokus satu, tidak fokus dengan dua. Sebaiknya ditanggalkan yang satu di partai politiknya itu lebih baik,” ujar Iqbal saat di temui di ruang kerjanya.

Disebutkan bahwa para jika para direksi tetap ingin aktif di partai masing-masing, pasti akan mengganggu pengawasan dan evaluasi yang menjadi kewajiban anggota Dewan, terutama jika berasal dari partai yang sama.

“Kita mau, sebaiknya mereka melepaskan partai, kemudian mereka kerja profesional. Karena mereka akan diawasi oleh pimpinan dewan dan pimpinan partai yang ada di DPRD sini. Sehingga mekanisme di DPRD bisa jadi tidak berjalan dengan bagus, dalam arti dapat menghambat kinerja,” ujar Iqbal.

Permintaan yang sama diungkapkan Anggota Komisi C, Fasruddin Rusly. Dia mengharap kepada direksi perusda yang baru agar menanggalkan jabatannya di partai supaya bisa fokus, karena pasti akan berdampak ke PAD nantinya.

“Lebih bagusnya mereka menanggalkan jabatan di partainya. Agar bisa mencapai target, seperti yang mereka janjikan saat mengikuti lelang jabatan,” tandas Fasruddin.

Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar saat ini sedang menunggu surat pengunduran diri para direksi perusdan yang telah terpilih, dari partainya masing-masing.


div>