RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Dewan Himbau Tidak Sembelih Sapi Betina Produktif, Ini Alasannya

Reporter:

Atho Tola

Editor:

Iskanto

Jumat , 14 September 2018 12:51
Dewan Himbau Tidak Sembelih Sapi Betina Produktif, Ini Alasannya

Anggota DPRD Provinisi Sulawesi Selatan Sofyan Syam, saat menggelar tatap muka, dan sosialisasi perdan no.4 tahun 2016 tentang ternak sapi betina produktif, di kampung leppangeng, kelurahan Talaka, Kecamatanarrang, jumat (14/09).

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Anggota DPRD Provinisi Sulawesi Selatan Sofyan Syam, minta warga menahan diri untuk tidak menyembelih sapi betina yang produktif. Hal itu diutarakan Sofyan saat menggelar tatap muka dan sosialisasi perda no 4 tahun 2016 tentang ternak sapi betina produktif, di kampung leppangeng, kelurahan Talaka, Kecamatanarrang, Jumat (14/09).

“Jangan dipotong dulu, karena kalau dipotong kita sendiri yang rugi, karna ternak kita sudah bisa bertambah, justru berkurang,” ujar Sofyan.

Sofyan mengatakan, aturan perlindungan sapi betina produktif tersebut sudah diatur dalam perda. Agar upaya peningkatan produksi sapi di Sulawesi selatan juga dapat tercapai.

“Jadi perda ini bisa digunakan sebagai produk hukum kita di masyarakat, baik itu tingkat kabupaten hingga desa atau kelurahan, ini juga upaya pemerintah dalam target surplus sapi di Sulsel,” jelasnya.

Hal senada juga diutarakan Kabid peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Pangkep, Acheng Rosadas. Menurutnya pengendalian ini sangat penting, terlebih perda serupa juga dimiliki oleh Kabupaten Pangkep.

“Pangkep sendiri memiliki potensi ternak yang besar, sehingga kegiatan usaha ternak warga bisa meningkat, terlebih perda serupa juga dimiliki pemkab, jadi sangat membantu dalam pelaksanaannya,” ungkap Acheng.

Acheng sendiri menghimbau agar masyarakat tertib akan aturan tersebut lantaran terdapat sanksi yang mengikat apabila ditemukan pelanggaran didalamnya.

“Jadi ini sudah sifatnya wajib, Jadi jangan dilanggar, karena ada sanksinya, bisa berupa pelanggaran administrasi hingga pidana, karena ternak bapak ibu itu sudah dilindungi aturan,” tambah dokter hewan tersebut.

Perda No.4 tahun 2016 tentang pengendalian dan penyembelihan sapi betina produktif yang dihasilkan tersebut mengatur terkait usia sapi betina produktif yakni antara usia 18 bulan hingga 5 kali melahirkan atau 8 tahun.

Tidak hanya itu, perda tersebut juga mengatur terkait ancaman sanksi apabila ditemukan pelanggaran yakni berupa denda 50 juta atau 3 bulan kurungan penjara. (*)


Tag
div>