SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Dewan Minta Debat Kandidat Pilgub Dikurangi

Reporter:

Iskanto - Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Rabu , 21 Maret 2018 10:00
Dewan Minta Debat Kandidat Pilgub Dikurangi

Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kisruh pemotongan anggaran Pemilihan Gubernur (pilgub) terus berlanjut. Setelah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak terkait, DPRD Sulsel dan Pemerintah Provinsi pun menilai bahwa kegiatan debat kandidat sebaiknya hanya dilakukan paling banyak 2 kali saja. Hal ini untuk meminimalisir penggunaan anggaran di pilgub.

DPRD Sulsel, dalam hal ini Badan Anggaran (Banggar) menilai itu sebagai bentuk penghematan anggaran Pilkada, begitupula sebagai upaya pencegahan terjadinya gesekan antara pendukung kandidat calon gubernur.

“Ini juga salah satu usulan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD), disamping melakukan penghematan, yang paling dijaga agar tidak terjadi kesekan antara pendukung,” kata ketua Banggar DPRD Sulsel, Fachruddin Rangga.

Dirinya juga menyebutkan, visi misi yang akan dipaparkan oleh para kandidat tidak perlu diulang-ulang, meskipun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel menganggap kegiatan ini sangat penting sebagai tolak ukur kualitas kandidat, bukan hanya sekadar pembahasan visi misi.

“Lebih baiknya disatukan saja, satu kali untuk media lokal, dan satu kali media nasional. Kan masyakrat hanya ingin melihat visi misi mereka. Tidak usah diulang-ulang karena dikurangi satu kali, juga tidak mengurangi perhelatan Pilgub,” ujarnya.

Bahkan pengurangan anggaran sebesar Rp 50 miliar yang diingikan oleh DPRD Sulsel, masih bisa dipergunakan untuk kegiatan lain, selain pilkada. “Kita juga harus perhatikan yang lain untuk kepentingan rakyat,” ungkapnya.

Komisioner KPU bidang SDM Faisal Amir menegaskan, KPU Sulsel tak mau terlibat dalam perdebatan pemangkasan anggaran Pilgub.
Menurutnya, pihaknya telah melakukan rapat finalisasi debat kandidat Pilgub selama tiga kali. Rencananya digelar pada 28 Maret, 19 April, dan 9 Mei 2018.

“Kami tidak ingin masuk ranah perdebatan soal anggaran. Jangan benturkan kami dengan pihak Dewan, yang jelas sudah final debat tetap dilaksanakan tiga kali,” kata Faisal saat ditemui Selasa (20/3/2018).

Pakar Politik Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Arief Wicaksono menuturkan, polemik pemangkasan anggaran Pilgub Sulsel antara KPU, DPRD dan Pemprov Sulsel adalah hal yang sangat disayangkan. Apalagi, anggaran Pilgub yang telah disebutkan beberapa waktu lalu tentu sudah menjadi keputusan dari ketiga lembaga tersebut.

“Kalau menurut saya, kenapa tidak dari dulu waktu proses penganggaran, DPRD dan Pemprov mengantisipasi hal itu?. Kan anggaran itu hasil koordinasi KPU, DPRD dan Pemprov,” kata dia.

Arief menegaskan, debat kandidat sudah sewajarnya dilakukan sebanyak tiga kali. Jangan hanya karena persoalan anggaran lantas apa yang menjadi kebutuhan masyarakat untuk menilai calon pemimpinnya harus dibatasi.

“Akan sangat disayangkan jika tahapan 3 kali debat kemudian akan dijadikan 2 kali saja,” jelasnya.

Ia menjelaskan, masyarakat tentu membutuhkan informasi yang lebih rinci dan dapat dipercaya melalui debat kandidat. Apabila debat dibatasi hanya dua kali saja maka kebutuhan masyarakat akan informasi akan berkurang.

“Karena masyarakat Sulsel butuh informasi yang sebanyak-banyaknya dan juga secara tidak langsung menilai para calon pemimpinnya. Saran saya agar KPU tetap saja dengan kesepakatan awal, yaitu tiga kali debat,” paparnya. (*)


div>