SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Dewan Minta Laba Rp 21 M Dikembalikan ke PDAM

Reporter:

Arini

Editor:

Iskanto

Sabtu , 29 September 2018 10:30
Dewan Minta Laba Rp 21 M Dikembalikan ke PDAM

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Setoran dividen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar melampaui target. Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mengusulkan penambahan modal pada perusahaan daerah yang menyediakan layanan air bersih ini.

Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Mario David, menjelaskan, tahun ini setoran dividen PDAM melampaui target. PDAM menyetor dividen sebesar Rp 54 miliar untuk tahun ini. Angka tersebut melampaui target dividen yang direncanakan, yakni sebesar Rp35 miliar atau 54 persen lebih besar dari target deviden.

“Deviden mereka tahun ini Rp 56 miliar. Dividen yang disetor dua tahap, untuk tahap pertama mereka (PDAM) sudah menyetorkan sebesar Rp 35 miliar, PDAM memang the best perusda kita lah. Mereka memang bagus dari segi pengelolaan dan dividen. Cuma, kendala mereka memang belum 100 persen di kota,” ujarnya, saat dikonfirmasi di Gedung DPRD Kota Makassar, Jumat (28/9).

Ia membeberkan, pihak PDAM meminta laba sebesar Rp 21 miliar untuk dikembalikan agar bisa digunakan memperbaiki distribusi air di lima kecamatan. Yakni Tamalanrea, Biringkanaya, Manggala, Tallo, Ujung Tanah, dan Barombong. Pasalnya, optimalisasi pelayanan air bersih masih terkendala oleh distribusi air yang belum menyeluruh di beberapa kecamatan.

“Kita berharap investasi yang kita berikan itu nantinya bisa 80 persen jaringan di kota, termasuk Barombong yang punya masalah. Kalau terus kita berikan suntikan dana, kita berharap 100 persen jaringan air bersih ada setiap rumah di Kota Makassar dan suplai airnya lancar,” ungkapnya.

Hanya, dividen tersebut tidak dapat ditarik kembali tanpa melalui Panitia Khusus (Pansus) penyertaan modal. Hal ini yang akan menjadi rekomendasi Komisi B kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah untuk ditindaklanjuti. Pihaknya juga berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dapat menyepakati usulan tersebut, agar segera dimanfaatkan oleh PDAM untuk memperbaiki jaringan air di lima kecamatan tersebut.

“Memang dalam sistem administrasi, PDAM itu tidak bisa langsung mengelola, harus diserahkan langsung semua ke pemerintah kota. Nanti program yang mereka inginkan itu kita akan bahas di pansus tersendiri. Jikalau mereka menginginkan Rp 21 miliar jadi solusi di tiga kecamatan, kita fix-kan. Tentunya kita akan buatkan pansus penanaman modal,” jelasnya.

Sementara, Kepala Humas PDAM, Idris Tahir, mengapresiasi usulan Komisi B untuk menindaklanjuti penyertaan modal ke PDAM untuk perbaikan jaringan distribusi air. Penyertaan modal ini nantinya untuk meningkatkan kinerja pelayanan kepada pelanggan dan masyarakat Kota Makassar.

“Kami kira usulan itu sangat bagus. Biarlah nanti Pemerintah Kota sebagai Owner PDAM merumuskan yang mana paling baik dilakukan, untuk makin meningkatkan kinerja pelayanan kepada pelanggan dan masyarakat,” terangnya.

Meski mendukung adanya tambahan modal, pihaknya masih menunggu petunjuk untuk kegiatan yang akan menjadi skala prioritas, dengan adanya tambahan modal tersebut.

“Nanti akan diusulkan kegiatan yang menjadi skala prioritas dan atau menunggu petunjuk serta persetujuan owner,” pungkasnya. (*)


div>