RABU , 14 NOVEMBER 2018

Dewan Minta PD Terminal di Evaluasi

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Minggu , 06 Agustus 2017 21:05
Dewan Minta PD Terminal di Evaluasi

Kantor DPRD Kota Makassar.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Irwan Djafar mendesak Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto untuk meninjau kembali keberadaan Perusahaan Daerah (PD) Treminal Makassar Metro.

Pasalnya, hasil monitoring evaluasi (Monev) Triwulan II realisasi serapan anggaran PD Terminal hanya menyumbang deviden dikisaran Rp 90 juta lebih.

“Sangat terlihat bahwa beberapa program yang dilaksanakan oleh PD Terminal tak memberikan solusi agar perusahaan ini untuk berkembang,” ungkap Irwan Djafar, Minggu (6/8).

Anggota fraksi NasDem ini mencontohkan, salah satu upaya yang dilakukan PD Terminal untuk meningkatkan dividen dengan membentuk Tim Terpadu untuk menyisir beberapa terminal-terminal bayangan. Tim ini lanjutnya, menggunakan anggaran sekitar Rp 400 juta. Hanya saja, dalam perjalanannya tim terpadu ini juga tidak maksimal lantaran jumlah PAD yang tidak kunjung meningkat.

“Keberadaa PD Terminal ini harus dipertimbangkan, apakah tetap dipertahankan atau diubah saja menjadi UPTD. Karena fungsinya selain sebagai kontrol sosial juga harus menghasilkan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD),” tuturnya.

Terpisah, Direktur Utama( Dirut) PD Terminal Makassar Raya, Hakim Syahrani mengklaim, minimnya realisasi anggaran ini karena infrastruktur terminal yang tidak memadai. Pihaknya, tak bisa berbuat banyak lantaran pendapatan yang ia dapatkan tak mampu melakukan di beberapa perbaikan infrastruktur. Hal ini lantaran PD Terminal tidak menggunakan dana APBD. “Semuanya kita kelola sendiri, mulai perbaikan infrastruktur hingga pembayaran gaji karyawan,” ungkap Hakim.

Hakim menjelaskan, target capaian realisasi serapan anggaran tahun 2017 itu Rp 7 miliar dan realisasi anggaran pendapatan dari Januari hingga Juli tahun ini sebesar Rp 2,6 M. Sehingga kata dia, jika dipersentasikan sudah mencapai 38 persen dan sudah mendekati angka realisasi anggaran triwulan II.

[NEXT-RASUL]

Hal lain lanjut mantan Dirut PD Pasar ini, beberapa kerjasama pengelolaan terminal kepada pihak ketiga tidak berjalan maksimal. Seperti pengelolaan terminal Daya dengan PT Kalla Inti Karsa (KIK). Kerjasama tersebut, menurutnya, mengambil lahan pendapatan sehingga jumlah dividen perusahaan tidak maksimal.

“Tidak ada pungutan di jasa itu karena PT KIK yang punya. Saya kira itu juga yang menghambat pendapatan kita. Dan ini masih ada tujuh tahun. Seandainya saya yang kelola itu, dividen bisa dua tiga kali lipat,” terangnya.


div>