SABTU , 18 AGUSTUS 2018

Dewan Miris Pendapatan Perusda Triwulan I

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Minggu , 17 April 2016 15:11
Dewan Miris Pendapatan Perusda Triwulan I

Ketua Komisi B Bidang Perekonomian dan Keuangan DPRD Kota Makassar, Amar Busthanul.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar pesimis target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp1,1 triliun lebih bisa tercapai. Terutama dengan melihat keadaan miris dialami Perusaahaan Daerah (Perusda) yang pendapatanya di bawah rata-rata.

Anggota Komisi B, Bidang Ekonomi dan Pendapatan DPRD Kota Makassar, Basdir, mengatakan, kurangnya kinerja perusda salah satu indikator PAD tidak bisa terealisasi dengan baik. Apalagi, dengan janji target setiap direksi sangat miris jika tak tercapai.

Pasalnya, kata Basdir, enam perusda belum menunjukkan kualitas kerjanya setelah dilantik Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto. “Perusda yang saat ini kerjanya sangat kurang, seperti Perusda Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Rumah Potong Hewan (RPH), dan PD Terminal,” ungkapnya, Minggu (17/4).

Basdir berharap Pemkot Makassar mengadakan evaluasi terhadap perusahaan plat merah yang memilikir rapot merah hingga triwulan pertama ini. “Kita meminta Pemkot mengadakan evaluasi kepada direksi yang mempunyai rapor merah,” harapnya.

Sementara, Ketua Komisi B Bidang Perekonomian dan Keuangan DPRD Kota Makassar, Amar Busthanul, sebelumnya miris melihat direksi perusda yang tidak sedikitpun memberi deviden ke kas negara.

“Kalau PD Terminal ada setengah miliar. Tapi angka itu sangat sedikit dibanding kota-kota lain yang memaksimalkan peran terminal dalam menopang perekonomian daerah,” katanya.

Seperti diketahui, pada Triwulan I, realisasi pendapatan perusda di bawah target karena hanya di bawah rata-rata 25 persen. Capaian PD Termina Makassar Metro hanya 19,39 persen atau dalam nilainya sebesar Rp14 miliar, ini jauh dari taget yaitu, Rp1,75 miliar.

Untuk PD RPH, hanya membukukan pendapatan Rp300 juta lebih atau 18 persen lebih, yang menargetkan pendapatan per triwulan sebesar Rp400 juta, sementara target tahunan sebesar Rp1,6 miliar. (***)


div>